Skip to main content

Pemkot Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Ambles di Sambikerep

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat untuk menangani ruas jalan raya di Ngemplak di Kecamatan Sambikerep yang ambles sejak akhir pekan kemarin. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PU BMP) Kota Surabaya, sudah menambal titik jalan yang ambles tersebut. Tidak hanya itu, personel Dinas PU BMP juga menguatkan dan meninggikan median jalan di sekitar lokasi yang ambles.

Bahkan, Senin (3/4/2017), Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meninjau langsung lokasi jalan ambles di Ngempla tersebut. Tiba ke lokasi sekitar pukul 11.15 WIB siang, wali kota didampingi Kepala Dinas PU BMP, Erna Purnawati, langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Wali kota alumnus ITS ini lantas memberikan arahan kepada Dinas PU BMP perihal solusi yang harus dilakukan untuk menangani jalan tersebut.

"Jalan ini ambles karena tanahnya tergerus air. Arus sungai nya deras dan tidak ada penahan nya sehingga dampaknya tanah nya sliding," tegas wali kota.

Wali kota mengatakan, dirinya sangat paham situasi di lokasi tersebut. Menurutnya, dulu, lokasi jembatan dan jalan di kawasan tersebut malah rentan terkena dampaknya derasnya arus sungai. Utamanya ketika musim hujan. Sebab, dulu posisi jalannya rendah dan berjarak dekat dengan sungai. Pemkot lalu meninggikan jalan dan jembatan tersebut seperti sekarang ini. Termasuk memperbaiki penerangannya. 

"Saya pernah malam-malam di sini. Dulu jembatannya ini kecil dan rendah. Jalannya lalu kami tinggikan dan dilebarkan. Penerangan nya sekarang juga lebih bagus. Kami sebenarnya juga sudah menaruh anggaran untuk penguatan tanggul di jalan ini tetapi sama warga di sini ditolak," jelas wali kota. 

Pantauan di lokasi, jalan yang ambles, sudah ditambal untuk kemudian dibangun tanggul penahan (plengsengan). Tanggul penahan tersebut selain menahan arus sungai juga menguatkan jalan agar tidak mudah ambles bila terkena gerusan arus sungai. Sementara untuk ruas jalan di depan makam, beberapa personel Dinas PUBMP melakukan penrbaikan jalan. 

Gerak cepat yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam menangani jalan rusak tersebut,  mendapat apresiasi positif dari warga di Sambikerep. Ketua RT di Ngemplak, Nur Ikhsan mengaku senang karena wali kota turun langsung untuk melihat kondisi jalan di wilayahnya. 

Terkait warga yang tidak sepakat dengan pembangunan tanggul di jalan tersebut, Nur Ikhsan menyebut itu bukanlah warga di wilayahnya. "Alhamdulillah Bu Risma melihat langsung ke sini. Tadi beliau bahkan menegaskan akan meninggikan jalan dan membuatkan plengsengan agar jalannya kuat," ujarnya.

Ketua RW 5 Ngemplak, Rofiq menambahkan, kejadian jalan ambles ini sebenarnya baru kali ini. "Kami sebagai warga tentu senang bila jalan ini akan lebih ditinggikan dan dibuat lebih kuat," ujarnya. (pan) 
  

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni