Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Pembahasan anggaran Dispora Pemkot Surabaya di Komisi D DPRD Surabaya ditemukan banyaknya kejanggalan, mulai kode rekening hingga jumlah anggaran yang dinilai mencurigakan. Atas dasar tersebut pembahasan anggaran Dispora untuk sementara dihentikan.

Temuan tersebut diungkap Dr Akmarawita Kadir di ruang Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, pembahasan anggaran yang diajukan Dispora untuk sementara dipending, karena ada beberapa kejanggalan yang harus dijelaskan oleh pihak Dispora. 

"Ada perbedaan kode rekening Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang diberikan dengan yang dibacakan berbeda," jelas Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya kepada media ini, Senin (4/11/2019).

Hal lain yang perlu mendapat perhatian Dispora tutur Akma, terkait dengan anggaran pembangunan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Benowo dimana jumlahnya cukup fantastis.

Menurutnya, jumlah anggaran milyaran rupiah untuk pembangunan GBT yang diajukan Dispora ke Komisi D DPRD Surabaya tanpa dilengkapi dengan rincian anggaran. 

"Sarana dan prasarana untuk pembangunan GBT Rp52 Miliar ini, tanpa ada detail pengunaan anggaran untuk apa," ujarnya.

Adik kandung Adies Kadir ini menjelaskan, tidak hanya masalah kode rekening dan anggaran pembangunan GBT. Masalah lain yang cukup mencengangkan adalah anggaran pengadaan tenis meja, dimana pos anggarannya cukup mencurigakan.

"Pengadaan tenis meja sebesar Rp26 miliar. Yang menjadi tanda tanya besar, anggaran tersebut dimasukkan pada pos anggaran sarana lapangan tembak," tukasnya.

Akma menambahkan, berdasarkan temuan Komisi D ini, menunjukkan bahwa konstruksi anggaran Dispora yang diajukan belum terencana dengan baik. 

"Artinya temuan ini, menunjukan perencanaan anggaran di Dispora kurang baik. Komisi memutuskan tidak membahas anggaran Dispora tahun 2020 sampai Dispora mau melakukan perbaikan," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Afgani Wardhana saat dikonfirmasi melalui WA maupun ponselnya pukul 14.11 WIB, yang bersangkutan enggan membalas dan menjawab.

Hal sama juga dilakukan oleh Kabid Sarpras Dispora Surabaya Edi Santoso saat dikonfirmasi melalui SMS maupun ponselnya enggan menjawab. (pan)

Foto : Akmarawita Kadir Sekertaris Komisi D DPRD Surabaya

Post a Comment

  1. Pendudukan: Harta Tanah / perhotelan
    kedudukan: Pengarah Urusan
    Nama: Najwa Mohammed
    Bandar: Miri
    Pinjaman saya mendapat: Rm 1.5 juta
    kadar faedah: 1%
     E-mel saya: najwamohammed369@gmail.com


    Halo, saya mengucapkan terima kasih kepada allah almight untuk kebaikan dan keberkasaan yang saya dapatkan dari AASIMAHA ADILA LOAN FIRM tahun ini 2020, saya ingin kita medium ini membiarkan muslim saya di malaysia, Tahun lepas saya telah memohon pinjaman banyak kali dan saya bodoh , Tahun ini ketika saya sedang menonton berita perniagaan saya di Aljazeera, saya melihat nama AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM pada wawancara menerangkan pakej mereka dan bagaimana mereka memberi pinjaman dan dana amal kepada mereka yang ingin memulakan perniagaan tahun ini. Oleh itu, saya mendengar dan menghubungi mereka dengan kenalan mereka di televisyen, saya memohon Rm 1.5 juta, pada kadar 1% dan pinjaman saya telah diluluskan dan saya mendapat pinjaman secepat mungkin. Saya mendapat pinjaman saya dan melabur lebih jauh ke hartanah suami saya. suami saya dari indonesia, banjir yang terjejas rumah keluarga kami di jakarta, sejak kami mendapat pinjaman, kami telah memperbaiki banyak hal dan membayar hutang bank juga.Jika anda ingin perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, anda bebas memohon sekarang dan dapatkan pinjaman anda .Mengingatkan diri anda untuk menjadi kuat dan tidak pernah berputus asa. Semakin banyak anda jatuh, semakin kuat anda menjadi bangun. Jangan pernah menyerah tidak kira apa. Buat janji kepada impian anda seolah-olah anda berjanji kepada anak anda. Saya berharap anda lebih besar tahun. Mungkin allah memberkati mereka allah

    MOHON SEKARANG
    E-mail****aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com
    Whatsapp **** + 447723553516

    ReplyDelete