Skip to main content

Banyak Diminati Masyarakat, Alun-alun Surabaya Akan Dibangun Plaza

Mediabidik.com – Sukses trial atau uji coba Basemen Alun-Alun Surabaya dibuka untuk publik akhir Desember kemarin, membuat Pemkot Surabaya berencana akan memperluas kembali basement Alun-Alun yang bisa tembus ke Jl. Pemuda 17.

Hanya saja, rencana itu masih terganjal persoalan hukum antara Pemkot Surabaya dengan Maspion Group, sehingga pembangunan nya masih menunggu keputusan inkrah dari Mahkamah Agung. 

Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan, hasil uji coba pembukaan Alun-Alun Surabaya ternyata mendapat apreiasi tinggi dari masyarakat. Ini terbukti pengunjung Alun-Alun setiap hari terus ramai.

"Ya ada rencana kita buat plaza di Alun-Alun Surabaya yang ada di Jl. Pemuda 17, dimana nanti pengunjung tetap lewat bawah tanah atau basemen akses ke Plaza terbuka."ujarnya di Surabaya, Selasa (04/01/22).

Ia menjelaskan, basemen Alun-Alun Surabaya kini dilengkapi fasilitas olahraga skateboard, Cuma panjang areanya masih terbatas karena belum bisa tembus ke Jl. Pemuda 17.

"Bisa aja area skateboard kita tempatkan di area atas tepatnya depan Galeri Dewan Kesenian Surabaya, namun lihat posisi dipinggir jalan Yos Sudarso khawatir mengundang keramaian. Karena disatu sisi kita ingin bermanfaat bagi warga, disisi lain juga kita tidak ingin menimbulkan keramaian." terang Iman Krestian.

Dirinya menerangkan, nanti di Jl. Pemuda 17 kita akan buat area Plaza terbuka dengan konsep multifungsi, dimana Plaza Alun-Alun yang dibawah tanah bersifat multifungsi, dan bisa langsung naik ke atas yaitu di lahan terbuka Jl. Pemuda 17. 

"Nanti basemen Alun-Alun ditambah area parkir, karena saat ini kapasitas parkir basemen sangat minim, maksimal 40 mobil. Jadi nantinya parkir diperluas untuk memberikan kenyamanan parkir bagi pengunjung Alun-Alun Surabaya." jelas Iman Krestian.

Ia kembali mengatakan, sesuai rencana awal proyek Alun-Alun Surabaya yaitu, untuk Plaza terbuka di lahan Jl. Pemuda 17 nanti dibawahnya adalah area parkir mobil. 

"Yang pasti kita akan bangun Plaza terbuka di lahan Jl. Pemuda 17 yang konek dengan Alun-Alun Surabaya, namun masih menunggu hasil proses hukum dari lahan di Jl. Pemuda No.17." pungkas Iman.(pan)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua