Skip to main content

HUT Ke 54 Golkar Gelar Wayangan Bertema "Sing Setya Lan Sing Cidra Janji"

SURABAYA (Mediabidik) - Dalam rangkah menyambut HUT ke 54 DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Timur menggelar wayangan semalam suntuh dengan Lakon " Sing Setya Lan Sing Cidra Janji ". Adapun dalangnya adalah Ki Sunaryo yang juga sebagai wakil rakyat Jawa Timur di DPRD Jatim. 

Ketua Panitia HUT ke 54 Partai Golkar  Hery Sugihono SH, MH saat di temui di ruang kerjanya mengatakan perayaan HUT ke 54 akan di selenggarakan pada tanggal 17 november 2018 di depan gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya. 

Dijelaskan Hery acara HUT nanti selain ada wayangan juga ada musik dangdut yang di isi oleh sejumlah artis ibukota. Selain itu juga ada pelawak Kirun dan Marwoto. Dan juga akan di hadiri Ketua Umum Partai Golkar Ir. H. Erlangga Hartarto

" Pokoknya pada acara HUT ke 54 tanggal 17 november mendatang, Partai Golkar akan memanjakan masyarakat Jawa Timur untuk menikmati hiburan wayang dan dangdutan mulai pukul 18.00 wib sampai selesai, " jelas Hery yang juga anggota DPRD Jatim ini,  Minggu (11/11).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim ini menambahkan bahwa selain hiburan wayang dan dangutan. Partai Golkar jatim menyiapkan hadiah dorprize bagi para masyrakat. Adapun Hadiah doorprize tersebut diantaranya 4 unit sepeda motor, 4 unit sepeda gunung, 4 unit lemari es dan 4 unit tv. 

" Sengaja hadiah doorprize masing masing di berikan 4 unit supaya masyarakat ingat dan tahu bahwa Partai Golkar merupakan peserta pemilu 2019 di nomer 4 ," pungkas politisi kawakan ini.  (Rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua