Skip to main content

Karena Mengantongi Ijin OSS, Usaha Cuci Mobil KENZOU Kembali Beroperasi

SURABAYA (Mediabidik) - Karena sudah mengantongi semua perijinan dari pemkot Surabaya yaitu IMB, Amdalalin, IJin Lingkungan, UKL-UPL dan Drainase serta Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) layanan Perijinan Berusaha Terintergrasi Secara Elektronik (PBTSE) yang berlaku di semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah diseluruh Indonesia yang diresmikan oleh presiden Joko Widodo. Tempat usaha pencucian mobil yang berada di Jalan Laguna Kejawan Mutiara LL 1 No 27 Surabaya kembali beroperasi.

Daniel warga Jalan Puri Asri P.5 No 6 Pakuwon City Surabaya pemilik dari usaha cuci mobil Kenzou di Jalan Laguna Kejawan Mutiara LL 1 No 27 menyampaikan, saya mau cari keadilan, karena semua perijinan sudah kita buat dan sekarang mau bayar pajak gimana. Kalau ngak ada solusinya.

"Kita operasi kembali sejak tanggal (12/10) kemarin. Dan kita ajukan melalui OSS, itu kita mau merubah, tapi tetap terkendala tidak bisa dirubah dan tidak ada solusi dari pemkot," ucapnya saat ditemui dilokasi, Senin (5/11/2018).

"Kalau SKRK, Amdalalin, UKL-UPL, Ijin Lingkungan, Drainase dan IMB sudah dapat dari pemilik lama." ungkapnya.

Daniel menjelaskan, untuk merubah peruntukan dari rumah tinggal menjadi rumah usaha saya mengeluarkan uang Rp 90 juta, itu untuk semua perijinan dan restribusi, melalui konsultan.

"Kalau biayanya sekitar Rp 50 juta kita bayar konsultannya, karena kita terbatas mau gimana. Untuk kedua baru keluar SKRK rumah usaha dan ngak mungkin kita ubah, bearti kita buanglah yang Rp 90 juta." ucapnya.

Masih menurut pria turunan thionghoa, depan tempat saya dibangun Mall seratus meter lagi ada POM Bensin, dan kita disuruh ganti cuci sepeda motor. Apakah kita tidak bisa sama dengan mereka, kita ingin usaha apa saja bisa. Kenapa kita dibatasi, biar kita juga dapat ijin usaha yang sama. Waktu kita tanya ke pengembang, katanya disana peruntukannya barang dan jasa dan di tempat kita untuk rumah tinggal. 

"Seperti kita dapat yang tidak enak sendiri, padahal lokasinya seberangan dan zonanya sama coklatnya. Saya pernah tanyakan ke pengembang kenapa ditempatku ngak boleh buat usaha, alasan mereka ijin dari pemkot belum ada. Padahal dulu sebelum membeli tempat ini, saya sudah tanyakan kesana (pengembang-red) pemkot belum ijinkan semua keputusan dari pemkot, selama pemkot mengijikan pengembang tidak bisa apa-apa."urainya.

Sementara Kabid Pelayanan Perijinan Dinas Lingkungan Hidup kota Surabaya Ali Murtadlo saat dikonfirmasi mengatakan, walaupun di mendapat ijin dari OSS, tapi OSS kan harus ada komitmen melaksanakan ijin dari pemerintah daerah baik UKL-UPL, IMB nya.

"Sedangkan UKL-UPL yang dia punya bukan UKL-UPL cuci mobil melainkan jual spare part. Walaupun diubah tetap ngak bisa, yang bisa hanya untuk kegiatan cuci motor," terang Ali.

Ali menjelaskan, karena berlokasi di perumahan dan diperumahan hanya bisa untuk cuci motor sesuai Perwali dan saat ini masih proses sangsi. Dan diberita acaranya sudah ngak sesuai.

"Kita sudah kirim surat peringatan pertama. Dan yang memberi sangsi Cipta Karya dan LH, sangsinya adalah pencabutan IMB dan Ijin Lingkungan itu sesuai hasil resume rapat di asisten." pungkasnya. (pan)

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Mendapat Pujian Dari Mendagri, Damkar Kota Surabaya Menjadi Percontohan Perihal Respons Time

Mediabidik.com - Mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di HUT Damkar ke 102 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya dijadikan percontohan perihal respons time tercepat menuju lokasi. Karena hal itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya diundang sebagai narasumber oleh Dirlantas Polda Jatim, Senin (8/3/2021). Dedi Irianto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya mengatakan, jadi hari ini, ada giat sosialisasi di Polda Jatim tentang Peningkatan Kemampuan Teknis Dalam Mengemudi Pemadam Kebakaran di jajaran Jawa Timur 2021. "Intinya di Polda ini, yang mengadakan Dirlantas Polda Jatim, setiap daerah mengirimkan empat personil Damkar yang tugasnya sebagai juru mudi. Se Jawa Timur, kemudian diadakan pelatihan teknis. "terang Dedi kepada media ini.  Dedi menjelaskan, ada beberapa pelatih dan narasumber salah satunya dari IMI, Lantas dan Damkar kota Surabaya, saya sendiri sebagai narasumber. Intinya di Surabaya ini respons time nya beda sama