Skip to main content

Lewat Partai Demokrat, Daisy Kembali Maju Nyaleg DPR RI

SURABAYA (Mediabidik) – Tahun 2004 lalu, DPRD Jawa Timur punya wakil rakyat dari Partai Demokrat perempuan usia sekitar 20 tahun-an. Namanya Daisy Margareth Silano. Lama tidak terdengar kiprahnya, kini Daisy kembali didapuk menjadi calon anggota legislatif DPR RI Dapil I Surabaya - Sidoarjo Nomer Urut 2 melalui Partai Demokrat.
"Saya berterimakasih atas kepercayaan dan penugasan yang diberikan Partai Demokrat dan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saya akan perjuangkan nama baik Partai Demokrat di dapil saya sehingga rakyat bisa mempercayakan aspirasi mereka melalui saya," cetus Daisy Margareth Silano, Jumat (16/11) saat ditanya tentang alasan come back kanca Pemilu 2019.
Pada tahun 2004, Daisy (di usia 23 tahun) terpilih sebagai anggota DPRD Jatim dan bertugas di Komisi E  membidangi kesejahteraan rakyat. Usai mengabdi sebagai anggota legislatif di DPRD Jatim  hingga tahun 2009,, Daisy hijrah ke Jakarta untuk mempelajari dan terjun langsung di politik nasional. 

"Selama ini saya tetap bersama Partai Demokrat, dulu sempat menjadi tenaga ahli di Fraksi Partai Demokrat DPR RI," cetusnya. 
Sosok dibalik layar lolosnya Partai Demokrat dan para calegnya di Pemilu Serentak 2019 ini mengaku akan rajin meet the people masyarakat Surabaya dan Sidoarjo di masa kampanye 2019 nanti. 

"Saya sudah biasa kerja siang malam, ketemu masyarakat dan akan menjadi bagian untuk memperjuangkan semangat kaum millennial agar bermanfaat bagi masa depan mereka sendiri dan juga bangsa ini," ujar gadis cantik yang sampai 37 tahun ini betah dengan status single ini. (Rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K