Skip to main content

PII Minta Pengelola Tumpang Pitu Berdayakan Masyarakat Sekitar

SURABAYA (Mediabidik) - Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur berharap agar pengelola tambang bukit Tumpang Pitu kabupaten Banyuwangi dikelola dengan maksimal supaya bisa meningkatkan ekonomi di Jawa Timur. Masyarakat sekitar harus diberdayakan, agar bisa ikut menikmati hasil tambang yang eksploitasi sejak tahun 2017 itu. 

"Segala aktivitas pertambangan perlu adanya keuntungan kepada masyarakat sekitar Kabupaten tersebut dan Provinsi Jawa Timur," kata Sekretaris PW PII Jawa Timur.

Ir. Andira Reoputra, Dipl, MAURP dalam diskusi berjudul "Tumpang Pitu Potensi atau Polemik bagi Masyarakat" di Surabaya pada Sabtu (14/7).

Dia mendesak agar Pemprov Jawa Timur pro aktif melakukan kajian mendalam agar pengoperasian  tambang, khususnya Tumpang Pitu di kabupaten Banyuwangi tidak menimbulkan polemik. Masyarakat sekitar harus mendapatkan imbalan, berupa pemberdayaan ekonomi dan menikmati pembangunan infrastruktur agar tidak terkesan tidak dieksplotasi. 

"Arahan kami agar instansi provinsi yang berwenang mulai dinas ESDM, Bappeda dan perizinan selalu mengawal selama proses produksi," tegasnya. 

Menurut dia, salah satu langkah yang harus ditempuh pemerintah adalah membentuk BUMD yang Bergerak di bidang tambang. Untuk mengawal proses pembagian saham agar nantinya bisa menguntungkan Pemerintah Daerah dan Pemprov Jatim. 

"Memang harus ada BUMD yang khusus bergerak di bidang tambang. Selama ini Pemprov Jatim tidak punya instansi tersebut. Khusus untuk PJU kan hanya bergerak di bidang Migas," katanya. 

Andira menduga, salah satu sumber terjadinya konflik tambang adalah karena tidak hadirnya pemerintah mengawal proses produksi. Sehingga, masyarakat merasa terabaikan, sehingga merasa tidak puas. 

"Terjadinya gejolak disana karena tidak dikawal pemerintah setempat 
ESDM, provinsi Jawa Timur," pungkasnya.(RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt