Skip to main content

Infrastruktur Pengairan dan Jalan di Dapil I Jadi Perhatian Utama Komisi D Jatim

SURABAYA ( Media Bidik ) – Drh.H.Hamy Wahyunianto.MM wakil rakyat yang mewakili masyarakat Surabaya - Sidoarjo, melihat persoalan infrastruktur pengairan dan jalan di daerah tersebut masih perlu perhatian yang serius dari Pemerintah Provinsi Jatim, masalah ini sering dikeluhkan konstituennya ketika dirinya melakukan tugas reses dalam menjaring aspirasi masyarakat.

" Saya melihat terutama di daerah Sidoarjo khususnya di Balongbendo,Suko,dan Sedati hampir semua mengeluhkan persoalan infrastruktur pengairan, sehingga ketika musim penghujan daerah tersebut selalu mengalami banjir parah sampai terisolasi dan perlu bantuan," tegasnya saat Reses di Jojoran -Surabaya, Minggu (3/40).

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Jatim meminta kepada Dinas PU Pengairan Jatim untuk segera melakukan revitalisasi sungai di daerah tersebut agar sungai-sungai bisa lancar dengan melakukan pengerukan dan pelebaran sungai, sehingga daerah tersebut tidak lagi terendam banjir ketika musim penghujan tiba," terang Ustad hamy.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim yang membidangi Pembangunan ini menegaskan terhadap persoalan  infrastruktur jalan yang rusak, dirinya mendesak kepada Dinas PU Bina Marga segera melakukan perbaikan jalan rusak tersebut, mengingat banyak jalan yang rusak bisa menyebabkan lambatnya arus lalu lintas sehingga bisa berdampak memperlambat perekonomian bagi masyarakat yang hendak melakukan aktifitas bekerja.

" Kebetulan Dinas PU Bina marga dan Dinas PU Pengairan Jatim adalah mitra kerja dari Komisi D, jadi dirinya akan mendasak kepada dinas terkait tersebut untuk segera melakukan perbaikan baik Infrastruktur jalan rusak maupun revitalisasi sungai agar tak lagi ada air meluap ke pemukiman akibat aliran sungaiyang tak lancar,"pungkasnya. (rofik)  
       
    
      

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...