Skip to main content

Eri : Minimarket Membuka Coffe Shop Jelas Menyalahi Perda


Mediabidik.com
– Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, minimarket atau swalayan yang membuka kafe atau coffe shop harus memiliki izin tersendiri. 

Pasalnya, jika minimarket membuka coffe shop jelas menyalahi Perda No.8 Tahun 2014 tentang, Penataan Swalayan di Surabaya, Jadi jika minimarket ingin buka kafe ya izinya berbeda lagi.

"Izin toko modern dan kafe sangat berbeda, jika minimarket juga didalamnya ada kafe jelas menyalahi aturan."ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (29/03/21).

Eri Cahyadi menjelaskan, dalam izin toko modern atau minimarket, atau Swalayan jelas bagaimana penataan parkirnya, ruang display produknya itu berbeda antara toko modern yang memang dipersiapkan untuk penjualan barang-barang dengan kafe.

"Kalau izinya mau gandeng dengan kafe boleh saja, tapi kita lihat izin nya dulu dan persyaratan nya terlebih dahulu. Misalnya, ada toko modern juga buka kafe ya harus dilihat berapa lahan parkir yang disediakan pemilik toko modern."tegas Cak Eri, sapaan Walikota Surabaya Eri Cahyadi ini.

Dirinya menambahkan, karakter minimarket itu kan pengunjung dateng, belanja, trus pergi, artinya pengunjung tidak stay atau berlama-lama nongkrong di minimarket sepeti di kafe. 

"Kalau tidak stay, maka luasan parkirnya juga berbeda kan, intinya disana Ok."pungkasnya.(pan)

Comments

Popular posts from this blog

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Hari Pahlawan 10 November