Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) -  Menanggapi sikap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang batal melantik kepengurusan ketua DPD II Partai Golkar se-Jatim, Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Nyono Suharli mengatakan sikap ketua umum itu merupakan bentuk perhatian terhadap partai.
     
"Sikap beliau itu wajar sebagai seorang bapak untuk memberikan evaluasi kelemahan dan kekurangan kita," kata Nyono yang juga Bupati Jombang.
    
Di jelaskan Nyono bahwa, pak Setnov bukan marah terhadap DPD Golkar tapi memberi nasihat. "Memang diharapkan Jatim menjadi penopang Golkar dalam Pemilu secara nasional," ucap Nyono langsung gelar jumpa pers usai Setnov Batal lantik, Minggu ( 9/4).
      
Nyono Suharli  juga mengelak bahwa tugas sebagai Bupati Jombang telah mengganggu konsentrasinya dalam mengurusi Partai Golkar. Ia pun menganggap hasil survei satu lembaga tidak cukup menjadi patokan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Ia pun meminta agar survei dilakukan minimal dua lembaga.
      
"Lembaga survei itu kan kadang-kadang ada yang menerima pesanan. Sesuai dengan kepentingan siapa. Makanya, setidaknya harus ada dua lembaga survei yang digunakan," kilah Nyono.
        
Sedangkan terkait target konsolidasi setiap minggu dua kali, menurut Nyono sulit direalisasikan. "Sebanyak 664 kecamatan kalau dibagi 360 hari, dengan seminggu dua kali, tidak mungkin dilakukan secepat itu. Sehingga pimpinan daerah (DPD II) harus melakukan konsolidasi," tegas Nyono.
     
Meski demikian, Nyono mendukung keinginan Setnov agar ada ketua harian di DPD I Partai Golkar Jatim. Dengan adanya ketua harian akan membantu ketua DPD dalam menjalankan tugasnya. 

"Saya senang ada ketua harian. Tapi komando tetap ada pada saya. Mudah-mudahan dengan arahan ini bisa cepat terlaksana. Terpenting tidak ada dua matahari," ucap dia.
      
Ketika ditanya strategi mendongkrak suara Golkar di Jatim, Nyono mengaku hanya dengan mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo akan berdampak sangat signifikan. Ia mencontohkan ketika ada masyarakat yang terkena musibah, kader harus hadir memberi bantuan.
       
"Kita beri bantuan dengan ikhlas. Saat melaksanakan kegiatan itu, gunakan kaos Golkar, itu akan dilihat orang. Orang akan mencari tahu siapa itu yang membantu," pungkasnya. (rofik)

Post a Comment