Skip to main content

Bersama Ratusan Banser Surabaya, Fandi Utomo Gelar Apel Renungan G30S/PKI

SURABAYA (Mediabidik) - Untuk memperingati hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 30 September atau lebih dikenal G30S/PKI. Calon walikota Surabaya Fandi Utomo bersama ratusan Banser Surabaya, menggelar apel perenungan G30S/PKI dan Hari Kesaktian Pancasila di Taman Makam Pahlawan Jalan Kusuma Bangsa, apel renungan yang dipimpin panglima besar Banser Surabaya berlangsung khidmad. 

Dalam kegiatan itu hadir pula Ketua PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf dan juga Caleg DPR RI Fandi Utomo, yang juga merupakan Dewan Penasehat Banser Surabaya. Serta sejumlah caleg DPRD kota maupun Jawa Timur dari PKB. 

Selain merenung, para banser juga menyerukan semangat persatuan dan juga gerakan membela Pancasila. Mereka juga melakukan refleksi atas jasa-jasa pejuang. "Kita Banser berupaya mengantasipasi gerakan sparatis di negara kesatuan Indonesia, lewat kesatuan NU," kata Panglima Banser Surabaya, HM Farid Afif. 

Dikatakan Afif, tekad Banser adalah melakukan penolakan pada kelompok yang menginginkan NKRI terpecah belah dan menjadi negara khilafah. "Jangan sampai khilafah merusak Pancasila," tegas Afif. 

Caleg DPRD Jatim ini mengatakan Banser Kota Surabaya juga siap mengerahkan 100 persen daya dan upaya untuk memenangkan Fandi Utomo menjadi Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2020.  

"Banser melihat calon siapapun yang misinya sama dengan Banser, Hari ini Mas Fandi sudah menunjukkan hal itu. Bersama kami di gelaran apel Kesaktian pancasila ini, Mas Fandi menunjukkan bahwa dirinya tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang demi Pancasila," tambah pria yang juga Ketua Ansor Kota Surabaya itu.

Di sisi lain, Fandi Utomo selaku Dewan Penasehat Banser Surabaya mengatakan, hari ini adalah hari yang terus tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai sejarah yang kelam. "Ada gerakan yang ingin menceraiberaikan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Politisi yang diusung sebagai walikota Surabaya ini.

Dikatakan Fandi Utomo yang kini menjadi kader PKB ini, ideologi Pancasila adalah konsesus nasional atau kesepakatan bersama yang pada tahun 1965 ingin diganti dengan ideoligi komunis. 

Menurut Fandi Utomo, Pancasila yang menjadi penolak adanya ideologi komunis sehingga besok pagi diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila. "Saya juga mengajak agar kita bersama ikrar untuk terus setia pada Pancasila, ada NKRI dan juga untuk setia pada ahlussunnah wal jamaah. Meski ajaran Islam mengatakan kerajaan juga boleh,  bentuk republik juga boleh, bentuk kekhalifahan juga boleh, tapi khilafah sudah tertolak oleh Pancasila," pungkas caleg DPR RI ini.

Sebagai informasi, dukungan kepada Fandi Utomo untuk menjadi Wali Kota Surabaya sejauh ini telah datang dari banyak pihak. Beberapa diantaranya datang dari KH Ma'ruf Amin selaku Cawapres Jokowi dan juga Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah Indar Parawansa.

Dalam berbagai kesempatan, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf juga memastikan bahwa partainya menargetkan untuk meraih 11 kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pileg 2019 kali ini.

"Target itu demi memuluskan langkah untuk menjadikan Fandi Utomo menjadi Wali Kota Surabaya. Dengan 11 kursi, maka kita bisa mengajukan calon sendiri," kata mantan Ketua DPRD Kota Surabaya itu. (pan)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua