Skip to main content

Fraksi Golkar Maknai Kemerdekaan RI ke -73 Dengan Persatuan Demi Kesejahteraan Masyarakat Jatim

SURABAYA (Mediabidik) - Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke -73 kali harus di sikapi dengan hati dingin dan saling menjaga persatuan dan kesatuan. 

Sahat Tua P. Simanjuntak, SH Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim mengatakan pada HUT Kemerdekaan RI kali ini semua segenap bangsa indonesia harus saling menjaga persaudaraan dan persatuan di antara sesama bangsa indonesia. 

" Mengingat tahun ini tahun politik,  maka di hari kemerdekaan RI ke-73 kali harus di sikapi dengan hati dingin dan jangan mudah tersulut meskipun barmacam - macam warna. Jadikan ini sebuah kebhinekaan, " terang Sahat saat di temui usai Sidang Paripurna Istimewa, Kamis (16/8).

Pria yang familier dengan semua kalangan ini juga menegaskan bahwa hakikat kemerdekaan yang dirasakan saat ini adalah sebuah berkat karunia dan anugerah yang kuasa untuk bangsa Indonesia agar bisa melanjutkan perjuangan para pendahulu kita yakni pahlawan yang rela berjuang mempertahankan tanah air tercinta Indonesia. 

Karena itu, lebih lanjut Sahat menjelaskan, tantangan terberat bagi bangsa ini adalah membuat sejahtera nya rakyat indonesia. 

" Khusus Jawa Timur kita harus bisa meningkatkan kesehjateraan masyarakat dan semakin tahun semakin mengecil tingkat kemiskinannya, " tuturnya. 

Di tegaskan Bang Sahat bahwa apa yang sudah di lakukan oleh pemerintah Jawa Timur saat ini adalah bagian dari mengisi kemerdekaan yang sudah di amanatkan oleh pendahulu kita khususnya pahlawan kemerdekaan. 

" Hakikat  HUT Kemerdekaan ke -73 kali ini lebih mengutamakan komitmen kita bahwa apa yang sudah kita lakukan dalam mengisi pembangunan ini adalah untuk kesejahteraan rakyat khususnya masyarakat Jatim, " imbuhnya. 

Ditegaskan sekali bahwa kondisi tahun ini bertepatan dengan tahun politik, dan kami dari Fraksi Golkar DPRD Jatim menghimbau agar semua elemen masyarakat untuk tetap sabar dan berhati dingin serta jangan sampai mudah terprovokasi. 

" Meskipun kita beda warna dan beda partai namun tujuan visi dan misi kita sama yaitu mensejahterakan masyarakat Jawa Timur, " tegas anggota Komisi C ini.  (Rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua