Skip to main content

Gunawan : Tetap Semangat Perjuangkan Kesejahteraan Guru Madin dan Nasib Petani

SURABAYA (Mediabidik) - Masih minimnya kesejahteraan gaji para guru yang mengajar di Masdrasah Diniyah menjadi keprihatinan dan perhatian tersendiri bagi salah satu anggota DPRD Jatim H.Gunawan, HS, SH, M, Hum. 

Menurut Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini keberadaan guru madin sangat di butuhkan bagi perkembangan dan pengetahuan anak-anak kita yang sedang menimbah ilmu agama di Pondok Pesantren. Akan tetapi gaji yang diterima guru madin tersebut masih di bawah batas kebutuhan hidup yang layak. 

" Ahklak anak-anak kita menjadi baik dan mengerti arti agama karena Perjuangan para guru Madin, dan ini harus kita hargai jerih payah para guru madin ini, " terang Gunawan saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (9/5).

Pria asli malang yang mengaku di besarkan dikalangan pondok pesantren ini menghimbau kepada pemerintah tingkat 2 maupun tingkat 1 serius memperhatikan nasib para guru Madrasah Diniyah khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya.

" Dengan APBD yang ada di pemerintah setempat, saya sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim minta pemerintah untuk menggunakan anggaran yang ada supaya gaji para guru madin ini layak dan agar bisa membantu kesejahteraan keluarga mereka," tutur Anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Selain itu, Gunawan juga akan memperjuangkan nasib para petani khususnya petani tebu.

" Perda Petani soal rendemen tebu yang di tetapkan pemerintah 10% hanyalah seperti macam kertas saja, karena faktanya petani hanya menerima sebesar 7% bahkan hingga 5% saja ," Tegas Gunawan yang berprofesi juga sebagai pengusaha otomotif ini.

Karena itu sebagai wakil rakyat yang sudah dipercaya masyarakat khususnya di wilayah Kota Malang , Kab Malang dan Batu, Gunawan mendesak pemerintah agar melakukan reformasi mental di segala lini baik dunia pertanian, pendidikan dan kesehatan. (RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt