Skip to main content

Dewan Jatim Desak Aparat Tangkap dan Brantas Pengedar Miras Oplosan dan Narkoba

SURABAYA (Mediabidik) - Banyaknya korban akibat tenggak minuman keras oplosan dan penyalagunaan narkoba akibat kurangnya perhatian dari keluarga dan kurang terjaminnya lapangan kerja sehingga narkoba dan miras menjadi pelarian.

Dr.Benjamin Kristianto Mars Anggota Komisi A DPRD Jatim merasa prihatin melihat perkembangan generasi muda yang saat ini semakin banyak menjadi korban dan budak barang haram narkoba dan miras oplosan. Menurut pengakuan para generasi muda yang menjadi budak miras dan narkoba karena akibat susahnya mencari lapangan kerja.

"Miras dan Narkoba akhirnya menjadi pelarian untuk menghilangkan stres karena sulitnya mencari lapangan kerja," terang dr.Beny saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (2/5).

Politisi asal fraksi partai Gerindra ini melihat kondisi yang semakin parah khususnya para generasi muda yang  menjadi budak barang haram ini meminta agar aparat untuk menangkap dan membrantas para pengedar minuman oplosan maupun pengedar narkoba.

"Generasi muda tidak akan menjadi korban jika tidak ada pengedar. Ini menjadi tugas utama bagi penegak hukum baik TNI maupun Polri untuk membrantas habis para pengedar dan jangan terpengaruh jika menemukan pengedar yang akhirnya minta menutup kasus. Jangan sampai ini terjadi." tegas politisi asal Sidoarjo ini.

Selain brantas para pengedar, perlunya tindakan preventif bagi dinas yang bersangkutan untuk melakukan sosialisasi di tingkat dunia pendidikan maupun lingkungan pergaulan tentang bahayanya menggunakan narkoba dan meminum minuman keras oplosan.

"Hal ini perlu di lakukan supaya tidak ada lagi generasi muda yang melakukan tindakan konyol," ucap Ketua Kesira Jatim ini.

Oleh karena itu sebagai wakil rakyat, pria yang akrap di sapa dr.beny ini meminta kepada stackholder yang terkait untuk bersama sama berjuang membantu menanggulangi pengedaran narkoba dan minum keras ini baik tindakan pencegahan maupun pembrantasan. (RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Hari Pahlawan 10 November

Ucapan HUT Partai NasDem ke 10