Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga Uno Jawa Timur menggelar nonton bareng film G30S/PKI bareng rakyat. Partai pengusung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Nomer urut dua ini ingin mengingatkan kembali bahwa bangsa ini pernah diganggu oleh ancaman komunis.

Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga Jawa Timur, Supriyatno mengatakan bahwa sejarah Indonesia ini ada karena perbedaan paham antara Nahdlatul Ulama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). 

"Saat itulah sejarah banser itu ada, banser didirikan karena ada kekejaman PKI. PKI membuat pemuda rakyat, NU membuat Banser, PKI membuat Gerwani, NU membuat Muslimat dan seterusnya," papar Soepriyatno, disela nonton bareng Film G30S/PKI, Minggu (30/9/2018) malam.

Perlu diingat, kekuatan komunis itu yang menghadang NU. Karena PKI membuat organisasi yang melingkupi kehidupan seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari Buruh, Petani, Pemuda, Seniman dan sebagainya. Sehingga lawan utamanya PKI adalah NU. Itu bisa dilihat, usai G30S PKI tahun1965. 

"Ada Peristiwa di Banyuwangi 18 Oktober 1965, PKI nyamar menjadi NU di kecamatan Gambiran, mereka mengundang Ansor dari kecamatan Muncar lalu disana disambut oleh Gerwani yang nyamar menjadi Fatayat. Lalu 62 orang Ansor meninggal diracun, itu sejarah lho."ingat Soepri yang kemarin ditemani artis Ahmad Dhani dan petinggi BPD Prabowo-Sandi Jatim seperti Anwar Sadad, Basuki Babussalam, Hadi Dediansyah, Hendro Subiantoro dan Tjutjuk Sunario.

Harusnya, lanjut Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur ini, sekarang ini kawan-kawan dari Ansor dan Banser tahu sejarah. Bahwa Musuh sebenarnya bangsa ini adalah Komunisme, mereka sudah terlatih secara organisatoris. Itulah perlunya menonton lagi kekejaman dan kebiadaban PKI. 

"Kenapa kita adakan nonton bareng ini, supaya kita tidak lupa sejarah. Tapi kita juga tidak boleh memupuk dendam dan permusuhan. Intinya kita jangan masuk ke lubang yang sama," pungkas Soepri. 

Ketua Bidang Media dan Komunikasi, Hadi Dediansyah menambahkan, acara nobar ini diikuti sekitar dua ribu masyarakat dari berbagai golongan. Panitia juga membagikan 2000 kupon makan gratis serta menggelar pasar rakyat di sepanjang jalan depan Posko Prabowo-Sandi Jawa Timur. 

"Kami tidak hanya mengajak masyarakat mengingat kembali sejarah kejamnya gerakan PKI, tapi juga ingin berbagi kebahagiaan bersama rakyat," terang Caleg DPRD Jatim dari Dapil I (Surabaya) ini. (RoHa)

Post a Comment