Skip to main content

Tahun Ini PD Pasar Surya akan Merevitalisasi 4 Pasar

Mediabidik.Com - Mendapat dana penyertaan Rp 9,9 miliar, tahun ini PD Pasar Surya akan merevitalisasi 4 pasar, yaitu Pasar Tunjungan, Pasar Kembang, Pasar Asem dan Pasar Kendangsari. 

Suhendro Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya mengatakan, sebenarnya kami mendapat dukungan penuh dari bapak dan ibu Komisi B DPRD Surabaya, seperti panjenengan semua lihat, kami sudah melakukan aksi untuk perbaikan di pasar Tunjungan ini. 

"Dan kami kedepan dengan manajemen baru ini, yang paling utama adalah pelayanan yang kita utamakan." ucap Suhendro kepada awak media, Kamis (16/3/23). 

Jadi, tambah Hendro pelayanan kepada para pedagang, pelayanan kepada konsumen kita, dan saya berharap kedepannya pasar-pasar di PD Pasar Surya nanti akan menjadi lebih baik dan harapannya pengunjung makin meningkat. "Karena, ini yang paling penting karena ada peningkatan pendapatan para pedagang." harapnya. 

Perihal rencana revitalisasi, dia menjelaskan, kami sudah ada komunikasi terus dengan pemerintah kota dan ini masih dalam proses perencanaan. Mudah mudahan ditahun ini kita bisa melakukan step by step untuk perbaikan Pasar. 

"Total pasar kita ada 67 pasar, dan akan direvitalisasi. Seperti disampaikan tadi oleh Pak Anas Karno penyertaan modal kita ada Rp 9,9 miliar dan itu nantinya untuk 4 pasar dahulu." pungkasnya. 

Danil Hardi Plt Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) mengatakan, meskipun tidak terlalu memuaskan, ada kesan ibu Ketua mengucapkan kata-kata seperti ini, kmi diundang mau lah kesini. Jadi seolah-olah wakil rakyat itu, ngak bisa diundang oleh rakyatnya, harus ke DPR. 

"Tujuan kami mengundang beliau-beliau kesini sebenarnya sambil melihat lihat kondisi sebenarnya. Tadi kan sudah saya tawarkan sebelum acara dimulai, gimana kalau kita lihat-lihat bersama. Dan iniloh ada didepan mata iniloh seperti itu, apakah layak dimintai retribusi. Itu intinya."terang Danil. 

Lebih lanjut Danil menjelaskan, permintaan revitalisasi itu sudah jauh dari 2016, kemudian kami gugat PDPS ke PTUN lewat proses mediasi disepakati pedagang cabut gugatan, tapi dengan janji PDPS merevitalisasi. Ada dokumennya, kemudian tidak direalisasi. 

"Kemudian tahun 2020 kami laporkan ke Ombudsman, ombudsman keluarkan keputusan. Terbukti ada mal administrasi, cuman ombudsman tidak menggunakan kata itu, PDPS dan Walikota harus melakukan tindakan korektif dalam artian merevitalisasi Pasar Tunjungan." paparnya. 

Masih kata Danil, DPS diminta membuat skema revitalisasi dan Walikota diminta membuat Pengawasan revitalisasi Tunjungan. Tapi sampai sekarang apa?, tidak terjadi apa-apa, kemudian muncullah anak-anak muda baru ini mau jalan, mereka minta tambah daya tiba-tiba diwajibkan bayar tunggakan sejak tahun 2018.

"Meskipun itu hanya satu orang, tapi berdampak buruk bagi yang lain. Maksud saya, itu akan menimbulkan trauma bagi calon-calon penyewa, bagi pemilik stand. Itu problemnya." pungkasnya. (red) 

Teks foto : Suhendro Direktur teknik dan usaha PD Pasar Surya kota Surabaya bersama Anas Karno wakil ketua Komisi B DPRD Surabaya. 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni