Skip to main content

Wakili Indonesia ke Ajang Internasional, Ghifara Denok Butuh Dukungan Finansial dari Pemkot Surabaya


SURABAYAIMediabidik.Com
– Kebanggaan sekaligus harapan besar menyelimuti keluarga Ghifara Denok Prameswari setelah pelajar asal Surabaya itu dinobatkan sebagai Juara Puteri Kebaya Indonesia 2026 pada ajang pemilihan tingkat nasional yang digelar di Sleman, Yogyakarta, Juli 2026.

Di balik keberhasilan tersebut, orang tua Ghifara, Lilik Anani, mengungkapkan perjalanan panjang yang telah ditempuh putrinya sejak usia dini hingga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. 

Saat ditemui di salah satu ruang Gedung DPRD Surabaya bersama Anggota Komisi C DPRD Surabaya sekaligus Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, Lilik berharap Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian kepada putrinya yang dalam waktu dekat akan mewakili Indonesia pada ajang internasional di Malaysia.

Lilik, yang berprofesi sebagai guru TK di Dupak Timur, mengatakan dirinya dan sang suami yang merupakan guru SD selama ini membiayai sendiri seluruh proses pembinaan dan pengembangan bakat putrinya.

"Kami hanya seorang guru. Harapan kami kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan adalah adanya perhatian, baik berupa dukungan maupun bantuan finansial. Selama satu tahun menjabat sebagai Puteri Kebaya Indonesia, putri kami tentu akan menerima banyak undangan dari berbagai daerah yang membutuhkan biaya transportasi dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar anak-anak berprestasi dari keluarga sederhana tetap dapat mengembangkan potensinya tanpa terkendala biaya.

Lilik menuturkan, perjalanan Ghifara menuju prestasi nasional bukanlah sesuatu yang instan. Sejak masih duduk di bangku playgroup, putrinya telah dikenalkan dengan berbagai kegiatan pengembangan bakat.

"Karena dia anak satu-satunya, sejak kecil kami masukkan ke sanggar tari di Cak Durasim sampai kelas dua SD. Setelah itu dia ingin mencoba bidang lain, sehingga kami mengikutkan les piano, keyboard, vokal di Purwacaraka selama sekitar empat tahun. Selanjutnya dia memilih memperdalam modeling, public speaking, dan bahasa Inggris," jelasnya.

Ia mengatakan proses panjang tersebut dijalani dengan penuh kesabaran hingga akhirnya membuahkan hasil sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2026.

Lilik juga berharap keberhasilan putrinya dapat menjadi perhatian pemerintah terhadap anak-anak berbakat yang berasal dari kawasan pinggiran Kota Surabaya.

"Kami tinggal di kawasan Asemrowo, dekat rel kereta api. Mudah-mudahan pemerintah bisa lebih memperhatikan anak-anak yang memiliki potensi seperti putri kami agar mendapatkan kesempatan mengembangkan prestasi dan pendidikan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Ghifara Denok Prameswari mengaku masih tidak menyangka berhasil membawa nama Surabaya dan Jawa Timur menjadi juara nasional.

"Pastinya sempat deg-degan, tetapi alhamdulillah bisa mewakili Surabaya dan Jawa Timur di tingkat nasional, lalu berhasil menjadi juara pertama," ungkapnya

Untuk menghadapi kompetisi tingkat internasional di Malaysia, Ghifara mengaku telah menjalani berbagai persiapan selama sekitar enam bulan, terutama dengan mengikuti pelatihan modeling dan public speaking secara intensif.

Menurutnya, penilaian dalam ajang Puteri Kebaya Indonesia tidak hanya mengutamakan penampilan fisik, tetapi juga wawasan, karakter, serta kemampuan peserta.

"Yang dinilai bukan cuma cantik. Pengetahuan tentang kebaya, attitude, cara memperlakukan orang lain, sampai bakat juga menjadi penilaian utama," ujar pelajar kelas VIII SMP Negeri 3 Surabaya

Pada kompetisi nasional tersebut, Ghifara menampilkan bakat seni tradisional berupa bermain gamelan dan menyinden yang menjadi salah satu nilai lebih hingga berhasil meraih gelar juara.

Di tengah kesibukan sebagai pelajar, Ghifara mengaku telah terbiasa mengatur waktu sejak kecil karena mengikuti berbagai kegiatan nonakademik, mulai dari tari, musik, vokal, hingga kini modeling dan public speaking.

Selain aktif mengikuti berbagai pelatihan, ia juga terlibat dalam organisasi sekolah sehingga harus mampu menentukan prioritas antara kegiatan belajar dan pengembangan diri.

"Kalau membagi waktu sebenarnya tinggal pintar menentukan prioritas. Orang tua juga selalu membantu mempertimbangkan mana kegiatan yang lebih penting. Ayah selalu bilang, kalau ingin menuju kesuksesan, kadang kita harus rela mengorbankan satu hal untuk mendapatkan yang lebih besar," tuturnya.

Ghifara mengungkapkan motivasi terbesarnya berasal dari kedua orang tuanya yang selama ini telah memberikan dukungan penuh, baik tenaga, pikiran, maupun biaya demi mewujudkan cita-citanya.

"Orang tua sudah berjuang luar biasa untuk saya. Itu yang membuat saya ingin terus memberikan yang terbaik. Impian saya adalah menjadi puteri di tingkat internasional," pungkasnya.(red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah