Skip to main content

Komisi B Desak PAM Surya Sembada Segera Miliki Pimpinan Definitif


SURABAYAIMediabidik.Com – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, menegaskan perlunya segera mengisi jabatan pimpinan secara definitif di seluruh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan Perusahaan Daerah (PD) di Surabaya. Menurutnya, kekosongan jabatan yang hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) terlalu lama akan menghambat kemajuan dan inovasi perusahaan daerah.
 
"Komisi B memang mendorong agar perusahaan-perusahaan daerah ini segera memiliki pimpinan definitif. Pasalnya, pimpinan definitif lebih leluasa menerapkan kebijakan dan inovasi baru, sedangkan PLT saat ini hanya berfokus menjalankan rutinitas yang sudah ada," ujar Baktiono, Senin (20/7/2026).
 
Ia menjelaskan, pimpinan definitif memiliki tanggung jawab dan janji yang harus ditepati kepada masyarakat maupun Wali Kota Surabaya. Hal ini penting agar pengembangan perusahaan daerah tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi warga, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan dan dividen yang optimal untuk pembangunan Kota Surabaya.
 
"Kami mendesak agar segera dicarikan pemimpin yang benar-benar kredibel di bidangnya. Jangan sampai kekosongan jabatan berlangsung terlalu lama. Dengan pimpinan definitif, pasti akan muncul inovasi-inovasi yang jauh lebih baik," tambahnya.
 
Bahkan jika proses seleksi yang telah berjalan belum menemukan calon yang memenuhi syarat, Baktiono menyarankan Pemerintah Kota Surabaya tidak terpaku pada mekanisme yang ada, melainkan memperluas jangkauan pencarian.
 
"Kalau yang sudah diuji ternyata tidak memenuhi syarat, kami sarankan Bagian Perekonomian tidak menunggu calon yang mendaftar, melainkan harus aktif melamar dan mengundang warga Surabaya yang memang memiliki kompetensi. Bisa dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga tenaga profesional dari perusahaan swasta maupun multinasional," jelasnya.
 
Sebagai contoh, untuk PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya paham pengelolaan usaha, tetapi juga menguasai konservasi, pelestarian budaya, mampu menjalin kerja sama, menarik sponsor, bahkan berani mengembangkan cakupan layanan hingga ke wilayah lain di luar lokasi utama.
 
Sama halnya berlaku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maupun perusahaan daerah lainnya seperti Alminum, Perseroda, dan Surya Sembada. Baktiono mencontohkan jika di PDAM belum ditemukan calon yang kompeten, pemerintah boleh mendatangkan langsung tenaga yang sudah terbukti berhasil mengembangkan usaha sejenis.
 
Terhadap lambatnya proses pengisian jabatan yang sudah berlangsung hampir setahun, DPRD Surabaya menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan hal ini. "Kami akan terus menyampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung, secara terbuka. Jika calon yang diuji tidak mampu, segera cari orang lain yang lebih baik," tegasnya.
 
Ditegaskan pula, kekosongan pimpinan definitif tidak elok dibiarkan meskipun perusahaan masih mencatatkan keuntungan atau memberikan dividen. Terkait tanggung jawab PLT, Baktiono menjelaskan bahwa PLT hanya bertugas melanjutkan visi dan kebijakan yang sudah ditetapkan pimpinan sebelumnya, sehingga tidak memiliki wewenang untuk merancang terobosan baru yang dibutuhkan di tengah perkembangan zaman.
 
"PLT hanya menjalankan aturan yang sudah ada. Makanya pimpinan definitif sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan dan pengembangan yang lebih maju," pungkasnya. (red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah