Skip to main content

Paripurna DPRD Surabaya Ungkap Realisasi Pajak Daerah 2025 Hanya Tercapai 86,26 Persen

SURABAYAIMediabidik.Com– Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 memasuki babak penting. DPRD Surabaya menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian tanggapan atau jawaban Wali Kota Surabaya atas pandangan umum seluruh fraksi, Senin (13/7/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sekretaris Daerah, pimpinan BUMD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta puluhan anggota dewan. Forum tersebut menjadi pintu masuk sebelum pembahasan teknis dilakukan di tingkat komisi dan Badan Anggaran.

Membuka rapat, Arif Fathoni mengingatkan bahwa seluruh fraksi sebelumnya telah menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025. Kini, kata dia, giliran pemerintah kota memberikan jawaban resmi atas berbagai catatan, kritik, dan rekomendasi yang disampaikan legislatif.

"Pada tanggal 8 Juli 2026 telah dilaksanakan rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi.Selanjutnya, sesuai jadwal yang telah disusun, pada rapat paripurna ini Wali Kota akan menyampaikan tanggapan dan atau jawaban atas pandangan umum fraksi tersebut," ujar Arif Fathoni.

Dalam jawabannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan seluruh rekomendasi atas laporan keuangan tahun 2025 telah ditindaklanjuti dan saat ini masih menjalani proses verifikasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah Kota Surabaya, lanjutnya, juga mulai menyiapkan strategi penyusunan APBD 2027 dengan pendekatan yang lebih presisi melalui pemanfaatan data berbasis teknologi informasi, pemetaan potensi, mitigasi risiko, hingga penguatan monitoring dan evaluasi.

Eri juga memaparkan sejumlah indikator makro yang diklaim menunjukkan dampak positif realisasi APBD 2025. "Dibandingkan tahun 2024, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,56 persen dari sebelumnya 3,96 persen. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,84 persen, prevalensi stunting menjadi 0,5 persen, dan sebanyak 550 UMKM telah difasilitasi memperoleh sertifikat halal sepanjang tahun 2025," katanya.

Meski demikian, sejumlah catatan yang disoroti fraksi turut mendapat perhatian. Salah satunya terkait realisasi pajak daerah yang hanya mencapai 86,26 persen dari target.

Menurut Eri, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika ekonomi makro, tingkat kepatuhan wajib pajak, serta proses intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang masih terus diperkuat melalui digitalisasi pelayanan.

Pemerintah Kota Surabaya juga menjelaskan alasan tidak maksimalnya pemanfaatan pinjaman daerah. Eri menegaskan kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian fiskal sehingga pembangunan infrastruktur lebih dioptimalkan melalui kemampuan APBD yang tersedia.

Sorotan lain mengarah pada tata kelola BUMD, efektivitas belanja daerah, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menanggapi masukan berbagai fraksi, Eri menyatakan pemerintah sependapat untuk memperkuat tata kelola BUMD, meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, memperluas sumber pendapatan baru, serta memastikan belanja daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Lonjakan realisasi retribusi daerah yang mencapai 190 persen berasal dari meningkatnya kinerja sektor kesehatan serta adanya reklasifikasi pendapatan dari pos lain-lain PAD yang sah menjadiretribusi daerah. Sementara rendahnya penerimaan parkir di tepi jalan umum akan diatasi melalui pembayaran non-tunai, pengawasan lapangan, dan penutupan potensi kebocoran pendapatan ", jelas dia. 

Menutup rapat, Arif Fathoni menyatakan proses pembahasan bjawaban pemerintah akan dikaji lebih mendalam oleh komisi-komisi DPRD bersama Badan Anggaran sebelum dibawa kembali ke forum paripurna untuk pengambilan keputusan.

"Pembahasan terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan dilakukan pada rapat di tingkat komisi dan Badan Anggaran. Insyaallah selesai sesuai jadwal pada 27 Juli," pungkasnya. 

Pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025 resmi berlanjut ke tahap pendalaman di tingkat Komisi, di mana efektivitas penggunaan anggaran, kualitas belanja publik, hingga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah akan menjadi fokus utama pengawasan DPRD.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah