Skip to main content

Saleh Mukadar ajak Semua Kader PDIP Patuhi Instruksi DPP, Larang Manfaatkan MBG

SURABAYAIMediabidik.Com– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara tegas melarang seluruh kadernya untuk tidak terlibat dalam pemanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperoleh keuntungan finansial maupun manfaat material lainnya, termasuk pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

H. Saleh Ismail Mukadar, S.H., seorang kader senior PDIP mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya telah ditetapkan sejak lama. Larangan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan, terutama karena program tersebut dinilai masih memiliki banyak aspek yang perlu ditinjau ulang oleh partai.

“Secara resmi DPP melarang kader untuk terlibat dalam kebijakan yang masih dikritisi oleh partai,” ujarnya, Rabu (01/07/2026).

Namun, di lapangan kebijakan tersebut disebut belum berjalan optimal. Hal ini menyusul adanya informasi mengenai keterlibatan sejumlah pihak yang diduga terafiliasi dengan PDIP dalam pengelolaan dapur MBG.

Sebagai tindak lanjut, DPP disebut telah meminta data kader yang terlibat dalam SPPG kepada pengurus di tingkat daerah. Masyarakat pun didorong untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan kader PDIP yang terlibat dalam program tersebut.

“Kalau ada yang mengetahui kader yang memiliki atau terlibat dalam dapur MBG, silahkan melapor. Pasti akan ditindak tegas oleh DPP,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara prinsip, tujuan awal program MBG sangat baik, yakni untuk menekan angka stunting. Namun, pelaksanaannya dinilai belum tepat sasaran.

“Yang seharusnya menjadi prioritas adalah anak usia dini, ibu hamil, dan calon ibu. Tapi yang terjadi justru cakupannya terlalu luas,” katanya.

Ia juga membandingkan implementasi program serupa di sejumlah negara lain. Di Tiongkok, program hanya menyasar hingga tingkat sekolah dasar, sementara di India hingga sekolah menengah pertama, dan di Brasil juga terbatas pada usia sekolah dasar.

“Di Indonesia justru sampai SMA, bahkan mencakup ibu hamil dan menyusui secara luas. Ini membuat alokasinya sangat besar,” ujarnya.

Ia menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tersebut, yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah penerima manfaat.

“Kalau dibandingkan dengan India, jumlah anak lebih banyak tapi anggarannya jauh lebih kecil. Di Indonesia, dengan jumlah sekitar 60 juta anak, anggarannya mencapai ratusan triliun. Ini harus dikritisi,”jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuka celah penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara. Oleh karena itu, DPP mengambil langkah tegas dengan melarang kader terlibat.

Selain MBG, ia juga menyinggung program lain seperti Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai memiliki persoalan serupa dalam implementasinya.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai program pemerintah, terutama dalam membedakan antara pihak yang menjadi penerima manfaat dan pihak yang justru mengambil keuntungan.

"Masyarakat harus kritis melihat program-program ini agar tepat sasaran dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya,” pungkasnya. (red) 

[H. Saleh Ismail Mukadar, S.H., Kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)]


Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah