Skip to main content

Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Remitansi bagi PMI


HONG KONG|Mediabidik.Com
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kemudahan layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong tentang Pemanfaatan Layanan Remitansi dalam Agenda Gathering Pekerja Migran Indonesia. 

PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong Hj Siti Fatimah Angelia, pada Jumat (24/7/2026) di Hong Kong. Dalam penandatanganan kerja sama ini, turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan perempuan yang bersifat sosial keagamaan terbesar di Indonesia, memiliki jaringan keanggotaan yang luas hingga ke berbagai negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa (PCI). Sebagian besar anggotanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga organisasi ini menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program literasi keuangan, sosialisasi layanan remitansi, serta pemberdayaan ekonomi bagi PMI.

Winardi menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan remitansi Bank Jatim bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong, khususnya para Pekerja Migran Indonesia dan anggota PCI Muslimat NU Hong Kong. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan pengiriman dana yang aman, mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi upaya Bank Jatim untuk semakin dekat dengan komunitas PMI sebagai salah satu pilar penting penggerak perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurut Winardi, kerja sama tersebut bertujuan membangun kemitraan strategis antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim melalui berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga promosi kepada para PMI dan anggota organisasi.

Selain memperluas pemanfaatan layanan remitansi, Bank Jatim juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan bagi PMI. Hal tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi mengenai layanan remitansi serta berbagai produk dan layanan perbankan Bank Jatim yang relevan dengan kebutuhan para pekerja migran. “Harapannya, para PMI dapat semakin memahami pentingnya menggunakan layanan pengiriman dana yang resmi, aman, dan terpercaya. Dengan demikian, proses pengiriman dana dari Hong Kong kepada keluarga di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Bank Jatim, dapat berlangsung lebih lancar melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim,” tambahnya.

Winardi juga menegaskan, kelancaran pengiriman remitansi tak hanya memberikan kemudahan transaksi keuangan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PMI beserta keluarganya. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi, identifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan layanan remitansi Bank Jatim yang dapat mendukung kemudahan transaksi keuangan bagi PCI Muslimat NU di Hong Kong. Dalam implementasinya, PCI Muslimat NU Hong Kong akan berperan sebagai mitra sekaligus penggerak komunitas PMI untuk meningkatkan pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim.

Melalui sinergi ini, Bank Jatim optimis bahwa jangkauan layanan remitansi akan semakin luas, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendukung kesejahteraan PMI, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi dari luar negeri.

Sebagai informasi, remitansi merupakan layanan pengiriman uang, umumnya dilakukan secara lintas negara. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja migran untuk mengirimkan penghasilannya kepada keluarga di tanah air, maupun oleh pelaku usaha untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi internasional.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Bank Jatim bersama PCI Muslimat NU Hong Kong. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi PMI asal Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.

“Kami menyambut baik sinergi antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong. Kehadiran layanan remitansi yang mudah, aman, dan terpercaya akan memberikan manfaat besar bagi para PMI dalam mengirimkan hasil kerja mereka kepada keluarga di Indonesia. Di sisi lain, edukasi keuangan yang menyertai kerja sama ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Khofifah berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model kemitraan yang terus dikembangkan, sehingga mampu memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan PMI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi.

Melalui kerja sama ini, Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional. (rinto)

Caption: Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong Hj Siti Fatimah Angelia, menandatangani PKS yang disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah