Skip to main content

Lilik Arijanto : Silpa Tahun 2025 Berasal dari Sisa Anggaran Dana BLUD

SURABAYAIMediabidik.Com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan akan segera memberikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Surabaya terkait laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, penyampaian pemandangan fraksi merupakan bagian dari proses evaluasi DPRD terhadap pelaksanaan APBD 2025.

"Memang agenda hari ini penyampaian pemandangan fraksi-fraksi terkait dengan hasil pekerjaan 2025 atau APBD 2025 untuk kita jawab dan kita jelaskan," ujar Lilik usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, DPRD sebagai representasi masyarakat membutuhkan penjelasan secara detail terkait pelaksanaan program dan penggunaan anggaran selama 2025. Pemkot Surabaya, kata dia, telah menyiapkan data-data yang dibutuhkan untuk memberikan jawaban kepada masing-masing fraksi.

"Mereka selaku wakil dari masyarakat Kota Surabaya membutuhkan penjelasan-penjelasan itu. Segera mungkin kita akan menyelesaikan ini hari ini untuk bisa menjawab, karena memang data-data sudah ada dan kita siapkan semuanya," jelasnya.

Menanggapi sorotan terkait besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2025, Lilik menjelaskan bahwa kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut, salah satu penyebab meningkatnya Silpa berasal dari sisa anggaran pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Silpa memang untuk tahun ini berbeda dengan Silpa tahun kemarin, karena Silpa tahun ini termasuk sisa uang yang ada di BLUD, sehingga jumlahnya agak lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Namun, Lilik menegaskan dana BLUD memiliki mekanisme penggunaan tersendiri. Anggaran tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki unit BLUD dan tidak dapat dialihkan untuk kebutuhan OPD lain.

"BLUD itu sebenarnya hanya bisa dimanfaatkan di OPD yang mengeluarkan atau yang memiliki BLUD ini saja, tidak bisa digunakan untuk OPD-OPD yang lain," tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga sektor yang memiliki BLUD di lingkungan Pemkot Surabaya, yakni rumah sakit, puskesmas, dan Dinas Perhubungan.

Selain membahas Silpa, Lilik juga menanggapi pertanyaan Fraksi PKS DPRD Surabaya mengenai belum adanya kontribusi dividen dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ia membantah jika dividen BUMD disebut nol. Menurutnya, yang terjadi adalah adanya penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

"Bukan nol, tapi memang ada penurunannya. Ini memang jadi perhatian kita untuk tahun ke depan, terutama tahun 2026 ini untuk melakukan perubahan-perubahan," ujarnya.

Lilik mengatakan, tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi dan pembenahan manajemen BUMD, termasuk pergantian jajaran direksi.

Menurutnya, keberadaan direksi yang kompeten menjadi faktor penting agar BUMD mampu meningkatkan kinerja dan memberikan dividen sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

"Harusnya ini kita jadikan sebuah rencana kerja, sehingga di 2026 ini BUMD kita kinerjanya akan terjamin untuk pemberian dividen ke Pemkot menjadi hal yang sudah menjadi kewajiban mereka," tuturnya.

Terkait masih adanya posisi direktur utama (dirut) BUMD yang kosong, Lilik mengakui hal tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya.

"Ya itu problem yang cukup menjadi perhatian kami nanti. Ini sudah kita umumkan perekrutan untuk direksi-direksi ini sesegera mungkin. Banyak BUMD kita segera lengkap," pungkasnya.(red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah