SURABAYAIMediabidik.Com - Komisi B DPRD Kota Surabaya mengevaluasi kinerja salah satu mitra kerjanya, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025.
Hasilnya, dari delapan BUMD hanya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Surya Sembada dan PT YeKaPe yang dinilai membaik dan mampu memenuhi target dividen ke Pemkot Surabaya. Untuk itu, Komisi B mendorong agar BUMD-BUMD berinovasi sehingga bisa berkembang optimal.
Hal ini disampaikan Wakil Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud. Menurut dia, setelah evaluasi 2025 memang banyak masukan. Yang membaik hanya PAM Surya Sembada Sisanya stagnasi. Yang menuju baik itu PT YeKaPe. Dari kasus minus sekarang sudah untung beberapa miliar.
Machmud juga menyoroti kinerja Bank Perkreditan Rakyat Surya Artha Utama (BPR SAU). Menurut dia, BPR SAU mengaku terhambat dengan statusnya saat ini. “Saya sering memberi masukan agar BPR SAU membuat terobosan, buka cabang ATM dan lainnya. Tapi terhambat status BPR. Makanya saran saya harus ada penambahan modal supaya jadi bank umum. Kalau bank umum asetnya harus ratusan miliar dan akan lebih berkembang,”jelas dia.
Soal pengelolaan pasar-pasar tradisional milik Pemkot, Machmud menyebut pendapatan pasar sekitar Rp1 miliar per tahun. Namun uang tersebut tidak disetor ke kas daerah (kasda), melainkan dikembalikan sebagai bantuan modal usaha atau penyertaan modal. “Pasar ini tidak berkembang. Tidak ada perubahan fisik pasar. Tidak ada perubahan nasib pedagang dan tidak mengubah kenyamanan pengunjung. Ini harus ada gebrakan dari Pemkot Surabaya," tegas dia.
Terkait rekrutmen Direktur Utama dan jajaran direksi BUMD yang saat ini berlangsung, Komisi B meminta Pemkot Surabaya hati-hati dan selektif agar
tidak salah pilih orang. "Ukurannya harus bisa dilihat kasat mata,”tandas politisi senior Partai Demokrat ini.
Machmud juga menyinggung KBS dan RPH yang beberapa tahun lalu mengalami kerugian.“Ke depan harus lebih untung lagi,”tambah dia.
Agar BUMD-BUMD bisa sehat, Machmud mengusulkan Pemkot Surabaya meniru langkah Pemerintah Pusat dalam merestrukturisasi BUMN. Dia menyebut Presiden Prabowo telah memangkas lebih dari 250 anak perusahaan BUMN sehingga kondisi BUMN menjadi lebih sehat. “Ya tiru lah sistem yang di pusat. BUMN-nya dihapus, diganti jadi satu CEO yang membawahi seluruh BUMD. Sehingga mana BUMD yang sekarat jadi dieksekusi. Tutup,”tegas dia.
Ditanya soal setoran dividen, Machmud memastikan hanya dua BUMD yang memenuhi target. “Yang memenuhi target itu PAM Surya Sembada dan PT YeKaPe. Untuk dividennya, iya. Yang lainnya belum,”pungkas dia.(KBID-BE/red)
