Skip to main content

DPKP Miliki Peralatan Canggih, DPRD Surabaya Ungkap Peluang Persewaan Armada

SURABAYAIMediabidik.Com– Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menjadi sorotan dalam rapat koordinasi Komisi B DPRD Surabaya, Senin (13/7/2026). Rapat yang dihadiri jajaran DPKP, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu mengupas capaian serapan anggaran hingga potensi optimalisasi pendapatan daerah dari sektor layanan Damkar.

Meski secara umum realisasi anggaran dinilai baik, Komisi B menemukan masih ada dua program yang memiliki tingkat serapan relatif rendah dibanding program lainnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap efektivitas pelaksanaan program hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Eny Minarsih, menilai mayoritas program DPKP telah menunjukkan kinerja yang memuaskan. Namun, ia meminta adanya evaluasi khusus terhadap program-program yang penyerapannya masih tertinggal.

"Dalam 11 program ini, daya serapnya sudah sangat bagus. Kalau daya serap itu dikatakan bagus, sekitar 80 sampai 100 persen. Nilai 76,8 persen masih saya anggap cukup baik," ujar Eny.

Namun demikian, ia menyoroti salah satu program yang realisasinya baru mencapai sekitar 66,4 persen, termasuk program penyediaan peralatan dan perlengkapan perkantoran yang penyerapannya berada di kisaran 51 persen.

"Kekhawatiran kami, ketika daya serap ini rendah, nantinya bisa berimbas pada penurunan pendapatan lagi. Karena itu, saya minta dua program tersebut dievaluasi agar ke depan bisa lebih optimal," tegasnya.

Sorotan lain datang dari Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Mahmud. Ia menilai sejumlah aset dan fasilitas milik DPKP masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui skema penyewaan.

"Kalau memang ada aset yang bisa disewakan, tentu harus dimanfaatkan. Tetapi harus dihitung juga biaya operasionalnya agar tetap efisien," kata Mahmud.

Ia juga meminta penyesuaian terhadap sejumlah komponen anggaran operasional yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini.

"Mobilitas Dinas Damkar sangat tinggi. Kalau melihat anggarannya, sepertinya masih menggunakan perhitungan lama. Ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," ujarnya.

Menanggapi berbagai catatan tersebut, Kepala DPKP Kota Surabaya, Ir. RR. Laksita Rini Sevriani, M.Si., menjelaskan bahwa rendahnya serapan pada salah satu program bukan disebabkan kegiatan yang tidak berjalan, melainkan karena anggaran bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan sekretariat tidak terserap seluruhnya.

"Untuk kegiatan yang penyerapannya sekitar 51 persen itu terdapat anggaran BBM sekretariat. BBM tersebut memang tidak seluruhnya terserap karena kebutuhan operasional sekretariat tidak sebesar yang dianggarkan. Berbeda dengan BBM untuk armada pemadam kebakaran yang tetap digunakan sesuai kebutuhan pelayanan," jelas Laksita.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya DPKP memperoleh tambahan pendapatan yang cukup signifikan dari penyewaan armada pemadam kebakaran kepada PT Freeport Indonesia.

"Tahun kemarin ada kegiatan PT Freeport yang meminjam armada Damkar kami selama kurang lebih 10 hari. Penyewaan dilakukan dengan sistem per jam, sehingga menghasilkan pemasukan yang cukup besar dan tercatat dalam laporan keuangan," ungkapnya.

Rapat tersebut menjadi momentum bagi Komisi B DPRD Surabaya untuk memastikan setiap rupiah anggaran DPKP tidak hanya terserap secara optimal, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membuka peluang penambahan pendapatan daerah melalui pemanfaatan aset secara lebih produktif.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah