Skip to main content

Jelang Pilwali, Ketua DPRD Berharap Surabaya Kondusif

Mediabidik.com - Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya, bulan September mendatang, Ketua DPRD Kota Surabaya berharap kota Surabaya tetap kondusif dan terjaga ketentramannya.

Ditemui usai rapat dengan Forpimda kota Surabaya, ikut dihadiri pula Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di loby gedung baru DPRD Kota Surabaya, Selasa (07/01/20). 

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menegaskan, dirinya mengingatkan bahwa semua berkeinginan yang sama yaitu, pesta demokrasi kota Surabaya berjalan dengan kondusif.

"Kita berharap Pilwali Surabaya tahun ini berjalan dengan kondusif, dan demokratis." ujarnya kepada wartawan di Surabaya.

Ia mengatakan, pesta demokrasi Pilwali Surabaya semua harus difasilitasi seperti, masyarakat diedukasi agar antusias menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari 'H' Pilwali, dan para calon-calon Walikota Surabaya juga  dapat berkontestasi dengan elegan dan baik.

Kebetulan, kata Cak Awi, sapaan akrab Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menambahkan, Partai Politik (Parpol) yang kebetulan pentolan-pentolan Parpol ada di gedung DPRD Kota Surabaya, agar terjalin komunikasi dengan baik selama proses Pilwali Surabaya.

"Pihak keamanan juga kami meminta dapat bertugas dengan baik selama Pilwali, agar suasana kota Surabaya aman dan kondusif." terang Adi Sutarwijono yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Saat ditanya kapan surat rekomendasi DPP PDI Perjuangan soal Cawali dan Cawawali dari PDI Perjuangan akan diumumkan, dirinya dengan tegas mengatakan, masih dirahasiakan.

"Tunggu tanggal mainnya teman-teman media." ungkapnya.(pan)

Foto : Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya.

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah