Skip to main content

Permudah Penerapan E-Tilang, Dishub Surabaya Siapkan 53 CCTV

Mediabidik.com - Setelah melakukan uji coba tilang berbasis digital selama satu minggu, Dinas Perhubungan dan kepolisian akan terapkan electronic traffic law enforcement (E-TLE) di Surabaya pada 14 Januari 2020. 

Saat ini terdapat 53 CCTV electronic traffic law enforcement (E-TLE) terdiri dari 43 kamera E-Tilang dan 10 Speed Camera yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Rencananya, 20 kamera E-Tilang dan 5 Speed Camera yang telah terintegrasi.  

Irvan Wahyu Drajat Kadishub Surabaya mengatakan, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya  bekerjasama dengan Dirlantas Polda Jatim, Polrestabes Kota Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, dan Pengadilan Negeri Surabaya.

"Sampai saat ini jumlah CCTV yang dimiliki Dinas Perhubungan Kota Surabaya lebih dari 500 CCTV tersebar di simpang dan ruas jalanan kota Surabaya. Pihak Polda Jatim mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan segera dilakukan pengintegrasian CCTV ETLE pada simpang dan ruas jalan kota Surabaya," terang Irvan kepada media ini, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut Kadishub Surabaya menjelaskan, hal ini dimaksudkan agar persebaran sistem electronic traffic law enforcement (E-TLE) lebih merata di seluruh kawasan Surabaya.

"Setelah program tilang berbasis digital ini resmi diterapkan, terdapat beberapa tahapan yang akan dilakukan untuk memverifikasi pelanggaran tersebut. Tahap awal dalam mekanisme sistem kerja e-tilang ini yakni dengan merekam secara otomatis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara, seperti tidak mengenakan sabuk keselamatan, berkendara sambil menggunakan ponsel, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, pelanggaran marka jalan, dan pelanggaran batas kecepatan," ungkap Irvan.

Masih kata Irvan, kemudian RTMC Polda Jatim akan melakukan verifikasi jenis pelanggaran dan identifikasi kendaraan, dilanjutkan dengan pencetakan surat konfirmasi yang akan dikirim ke pelanggar melalui layanan pos/email. Surat yang sudah diterima bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya.

"Sedangkan surat yang tidak diterima akan dikembalikan ke RTMC Polda Jatim. Pada surat informasi terdapat pelanggaran yang terjadi dan juga terdapat kode barcode yang bisa diakses  melalui website www.etle.jatim.polri.go.id, pelanggar bisa melakukan konfirmasi dengan mengisi data yang kemudian akan diberikan kode pembayaran Briva," imbuhnya.

Lanjut Irvan, selain itu pelanggar juga bisa mendatangi posko Gakkum untuk melakukan konfirmasi di Mall Pelayanan Publik Siola dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Petugas akan melakukan input data dan menerbitkan surat tilang. 

"Selanjutnya pelanggar bisa membayar denda langsung ke bank BRI melalui transfer, m-banking maupun setoran tunai. Bagi pelanggar yang terlambat konfirmasi selama 10 hari atau sudah melakukan konfirmasi namun belum membayar selama 15 hari, STNK akan otomatis diblokir melalui sistem ERI (Electronic Registration and Identification)," paparnya.

"Untuk membuka blokir STNK, pelanggar diharuskan datang ke Posko Gakkum untuk melanjutkan proses etilang dan diarahkan untuk membayar denda tilang," pungkasnya. (pan)

Foto : Irvan Wahyu Drajat Kadishub Kota Surabaya.

Comments

  1. Saya ibu EVA FIORENTINA APRILA  dari palembang mengucap syukur kepada allah,karna melalui bantuan dari aki abdul jamal yg sebesar 20m kini saya sudah bisa menjalankan usaha saya lagi.Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Aki Abdul Jamal dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Aki Abdul Jamal bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di No Wa 085-254-384-488- rasa
    senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Aki untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu EVA FIORENTINA APRILA dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Aki disini PESUGIHAN UANG GAIB TANPA TUMBAL

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K