Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Dampak dari musim kemarau panjang mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi pemerintah tingkat 2 maupun tungkat 1.

H.Makin Abbas, Lc, MA anggota Komisi D DPRD Jatim merasa prihatin melihat kondisi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Jawa Timur khusunya daerah Lamongan dan Gresik ini.

" Saya mendesak kepada PU Pengairan untuk melakukan program dengan memperbanyak dan memperbarui embung- embung dan irigasi guna mengatasi kekeringan ketika musim kemarau tiba," terang Makin Abbas saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (15/8). 

Politisi asal fraksi PKB Jatim ini menegaskan saat ini kekeringan yang terjadi khususnya daerah Lamongan dan Gresik jika di biarkan maka dipastikan 3 bulan kedepan kekeringan tersebut akan mempengaruhi perekonomian warga lamongan dan sekitarnya.

" Hampir 5 bulan lebih tidak ada hujan, di Lamongan semua waduk dan embung terancam tak ada air lagi dan ini ancaman serius, " ucapnya.

Lebih lanjut di tegaskan Abah Makin bahwa semua sumur yang ada di daerah juga mengalami kekeruhan bahkan kering. Jadi hari-hari ini di daerah - daerah pedesaan sedang membutuhkan air bersih dan harus segara di tindak lanjuti oleh pemerintah khususnya Dinas PU Pengairan yang ada di tingkat 1 maupun tingkat 2.

" Saya contohkan di daerah Lamongan tengah yang notebene tak pernah mengalami kekurangan air, namun saat ini di daerah tersebut terancam kekuranngan air," tegas pria yang mengaku asli orang Lamongan ini.

Oleh karena guna mengatasi kekeringan yang terjadi saat ini bahkan tahun sebelumnya juga terjadi, maka Komisi D mendesak PU Pengairan segera melakukan pembenahan dan penambahan pembangunan waduk dan embung khususnya di wilayah Lamongan mengingat daerah lamongan menjadi salah satu lumbung pangan yang ada di indonesia.

" Jika di biarkan tanpa ada penanganan serius dari dinas terkait dikhawatirkan akan menganggu perekonomian di indonesia," Pungkasnya. (Rofik)

Post a Comment