Skip to main content

Antisipasi Bencana Rob dan Angin Kencang, Dewan Sarankan Pemkot Beli Alat Pemecah Ombak


Mediabidik.com
- Guna mengantisipasi bencana Rob dan angin kencang di wilayah pesisir timur Kenjeran. Komisi C DPRD Kota Surabaya menyarankan, agar Pemkot Surabaya segera memiliki alat pecah ombak.

Alat pecah ombak sendiri adalah, sebuah alat untuk memecah gelombang ombak yang terjadi karena angin kencang. Sehingga, saat terjadi gelombang tinggi, air laut tidak sampai menghantam permukiman warga disekitar pantai, karena sudah dipecah oleh alat pecah ombak tadi.

"Bentuk alatnya segitiga raksasa dengan bahan baku beton. Untuk secepatnya kita beli alat pecah ombak, Pemkot Surabaya bisa bekerjasama dengan Pemprov Jatim, bahkan jika perlu ke pemerintah pusat." ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono kepada wartawan, Jumat (13/11/20).

Ia menjelaskan, kejadian Rabu malam lalu (11/11/20) di pantai Kenjeran dimana gelombang air laut tinggi karena angin kencang menghantam pinggiran pantai, hingga perkampungan penduduk disekitar Kenjeran, sehingga banyak rumah penduduk yang terendam air.

"Banyak warga Kenjeran yang melapor ke kami. Untuk itu, agar tidak terjadi kembali gelombang pasang air laut yang menghantam rumah penduduk, Komisi C menyarankan Pemkot Surabaya memiliki alat pecah ombak."sarannya.

Baktiono menerangkan, saat ini Komisi C sudah memasukkan rencana pembelian alat pemecah ombak dalam postur Raperda APBD Kota Surabaya tahun 2021. Namun, untuk nilai anggarannya masih digodok di dewan.

"Yang pasti, anggaran untuk membeli alat pemecah ombak sudah kita usulkan dalam APBD tahun 2021. "tegas Baktiono.

Dirinya kembali mengatakan, dalam waktu dekat yang perlu dilakukan Pemkot Surabaya memang harus segera membeli alat pecah ombak, agar kejadian Rabu malam (11/11/20) di Kenjeran tidak terjadi lagi.

"Mengingat saat ini memasuki musim penghujan dan angin kencang, jadi harus antisipasi dini terhadap bencana rob atau air laut pasang." ungkapnya.(pan)


Foto : Baktiono Ketua Komisi C DPRD Surabaya. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah