Skip to main content

PHP Warga NU, Risma dan Eri Gagal Jadikan Taman Bungkul Sebagai Wisata Religi


Mediabidik.com
- Mantan Ketua PCNU Surabaya Gus Syaiful Chalim menyoroti kinerja dua periode kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini yang belum juga mewujudkan Taman Bungkul menjadi tempat wisata religi.

"Warga NU cuma di PHP (pemberi harapan palsu) oleh Bu Risma," kata Gus Syaiful. Buktinya hingga sekarang masih banyak muda mudi berpacaran di Taman Bungkul.

"Padahal di situ ada makam aulia Mbah Bungkul,"  terang cucu pembuat lambang NU KH Ridlwan ini.

Menurut Gus Syaiful, Walikota Surabaya pernah berjanji kepada para kiai sepuh NU untuk merevitalisasi Taman Bungkul menjadi kawasan wisata dengan suasana agamis. Bahkan saat itu, Risma juga berjanji akan minta bantuan Tim arsitektur dari ITS untuk membuat konsep dan design barunya.

Janji Risma itu disampaikan setelah muncul desakan dari para tokoh agama karena Taman Bungkul dijadikan tempat maksiat pasangan muda mudi.

Kiai sepuh yang amat dihormati warga nahdliyin KH Sholeh Qosim sering menagih janji tersebut kepada Risma. Termasuk saat raker PCNU Surabaya periode yang sekarang di Hotel Tunjungan.

Saat itu KH Sholeh Qosim yang hendak memimpin doa menanyakan langsung kepada Risma tentang kelanjutan revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep nuansa religi. Risma menjawab, "iya kiai, segera," janji Risma yang juga disaksikan seluruh pengurus MWC NU se-Surabaya yang mengikuti raker.

Hingga kini, sampai KH Sholeh Qosim wafat dan Risma segera mengakhiri jabatannya, ternyata belum juga terealisasi. 

Gus Syaiful menilai Risma tidak serius mengembangkan Taman Bungkul menjadi destinasi wisata religi. "Ini bisa menjadi ukuran Bu Risma tidak terlalu memperhatikan kepentingan keagamaan," kata Gus Syaiful.

Sejak masih aktif menjabat Ketua PCNU Surabaya (2010-2015), Gus Syaiful kerap memberi saran dan masukan kepada Pemkot Surabaya. Bahkan, PCNU sudah mempunyai gambaran terkait konsep penataan wisata religi di Taman Bungkul.

"Kalau Bu Risma mau dan serius pasti bisa," katanya.

Namun, ia menilai selama dua periode kepemimpinan Risma terlihat sangat tidak respek membenahi Taman Bungkul menjadi kawasan wisata seperti yang diharapkan para ulama. 

"Saya mikirnya bukan gagal, tapi Bu Risma tidak serius," jelasnya lagi.

Ketidakseriusan Risma itu terlihat dalam APBD Surabaya. Revitalisasi Taman Bungkul sebagai destinasi wisata religi tidak pernah diprogramkan dan dianggarkan dalam APBD oleh Bappeko saat dijabat Eri Cahyadi.

Dengan jabatannya sebagai kepala Bappeko semestinya Eri Cahyadi punya kesempatan besar untuk merealisasikan keinginan para kiai NU itu. Sayangnya Eri juga tidak memasukkannya menjadi program yang bisa didanai APBD Surabaya. 

Sekarang saat kampanye pilwali Surabaya dan ada butuhnya meraup suara warga nahdliyin, Eri Cahyadi ingin mengesankan paling NU.

Gus Syaiful berharap walikota baru kelak tidak seperti Risma. Walikota baru harus punya komitmen kuat merevitalisasi Taman Bungkul dan tempat tempat religi lainnya di Surabaya. Apalagi ada makam Mbah Bungkul yang setiap harinya selalu dikunjungi oleh peziarah dari dalam maupun luar kota.

"Mestinya ketika Bu Risma jadi wali kota kan sangat mudah mengubah suasana (Taman Bungkul) seperti itu. Agar menjadi lebih pantas lah," ucapnya. (pan)

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt