Skip to main content

Dalam Sesi Debat Armuji Hanya Bicara 3 Menit Tertinggal Dengan Mujiaman


Mediabidik.com
- Kemampuan calon wali kota dan calon wakil wali kota diuji dalam debat perdana tadi malam di Hotel J.W. Marriott. Tidak memperlihatkan kapasitas masing-masing pasangan calon (paslon), tetapi juga menguji kerja sama antara cawali dan cawawali.

Host debat, Helmi Kahaf dan Rina Fahlevi, memberi 18 kali kesempatan bicara kepada setiap paslon. Mereka boleh bergantian bicara dalam selang waktu yang sudah ditentukan.

Cawali nomor urut 1 Eri Cahyadi hanya memberikan kesempatan bicara kepada calon wakilnya, Armuji, selama 6 kali. Artinya selama 12 kali kesempatan Armuji hanya jadi ''pajangan''. 

Bahkan dalam kesempatan pertama di sesi ke dua, Armuji hanya diberi sisa waktu 5 detik oleh Eri. "Ya, tentunya jawaban sing jelas koyok ngene. Ojok nggelewar ae (Ya, tentunya jawaban yang jelas seperti ini. Tidak melebar)," ujar Armuji singkat.

Armuji bahkan sempat blunder dengan menyebut Kota Surabaya adalah satu-satunya kota yang memiliki laboratorium gratis untuk pemeriksaan kesehatan maupun test swab PCR Covid-19.

"Surabaya sudah beruntung, mendekati kuning. Surabaya satu-satunya daerah, kota dan kabupaten yang memiliki laboratorium swab yang gratis," ujarnya.

Yang dimaksud Armuji tersebut adalah Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) Surabaya yang ada di Jalan Gayungsari Barat, Nomor 124, Kecamatan Gayungan. Laboratorium ini baru diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 16 September tahun 2020 atau enam bulan alias setengah tahun setelah pandemi Covid-19 ditemukan pertama kali di Surabaya.

Padahal faktanya daerah lain pada Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kota Padang dan Bukittinggi sudah memiliki laboratorium pemeriksaan gratis. Bahkan sudah ada sejak bulan Juni atau tiga bulan setelah pandemi Covid-19 ditemukan di Indonesia. 

Berdasarkan durasi menit Paslon 1, Eri Cahyadi 18 kali bicara dengan durasi 23 menit dan 41 detik. Sementara wakilnya Armuji 6 kali bicara dengan durasi 3 menit dan 34 detik.

Sedangkan Paslon 2, Machfud Arifin bicara sebanyak 18 kali dengan durasi 22 menit dan 39 detik. Dan wakilnya Mujiaman Sukirno 16 kali bicara dengan durasi 8 menit dan 41 detik.

Sehingga Machfud Arifin memberi waktu bicara Mujiaman sebanyak 16 kali. Rata-rata mujiaman diberi waktu lebih dari 30 detik. Dalam debat tersebut Machfud tak tampil dominant sendirian dan Mujiaman juga sering menunjukkan perannya sebagai wakil yang siap memberikan back up.

Mujiaman turut memberikan komentar salah satunya ketika menyoroti kampung kumuh dan banjir yang terjadi di Surabaya. "Ternyata kampung baru punya saluran tak terhubung dengan saluran besar. Ini kita harus berikan bantuan Rp 150 juta untuk memastikan mereka bisa membangun kampungnya," terang Mujiaman.

Terpisah Tokoh Pers Senior Jatim Dhimam Abror turut memberikan komentar pada debat sesi pertama calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. "Debat live ditanya soal IPM dan Rasio Gini paslon no 2 gak bisa jawab dan kurang sigap mengelak. Paslon no 1 diuber soal surat ijo dan pasar turi yg mangkrak juga keteteran menjawabnya.
Paslon 2 unggul tipis atas paslon 1," ujarnya.

Menurut dia pemilih rasional kelas menengah urban mungkin cenderung ke paslon 2. "Tapi pemilih tradisional-emosional di kampung2 yg fanatik ke risma akan tetap ke paslon 1," imbuh mantan Ketua PWI Jatim ini. (pan) 

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Hari Pahlawan 10 November

Ucapan HUT Partai NasDem ke 10