Skip to main content

Baktiono : Saya Yakin Pada Hari H nya Mereka Akan Kembali


Mediabidik.com
- Munculnya kelompok massa yang mengatasnamakan Banteng Ketaton yang siap memenangkan paslon nomor urut 2 Machfud - Mujiaman di Pilwali Surabaya.

Pasalnya kelompok massa tersebut merupakan kader dan simpatisan dari PDIP Surabaya yang merasa sakit hati dan hal tersebut disinyalir dapat memecahnya suara PDIP di Pilwali kota Surabaya mendatang. 

Sekertaris DPC PDIP Baktiono waktu dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, kalau kita distruktural tetap solid dan warga masyarakat juga solid. Jadi kalau pernik pernik di pemilukada itu biasa karena beda pendapat. 

"Dan saya yakin pada hari H nya mereka kembali. Tadi mereka juga datang ke posko, jadi juga ingin mengetahui seberapa jauh mereka berbuat untuk Surabaya. "ucap Baktiono, Selasa (17/11/20).

Kalau kami (PDIP, red) kata Baktiono, tidak akan berbuat semacam hal yang dilakukan mereka. Kami tetap pada rule the game, kita tidak akan berpengaruh dengan gerakan gerakan semacam itu. 

"Dan kita tetap untuk dapat menyapa warga dan menyampaikan program - program seperti wajib belajar 12 tahun. Kita pernah menyampaikan dan diera bu Risma ada perdanya, perda 16 tahun 2012. "terangnya. 

Lebih lanjut, dia menambahkan, dan warga bisa menilai sendiri, waktu itu dipegang oleh partai lain da provinsi keluhannya banyak.

Saat ditanya untuk mengantisipasi pengembosan suara di Pilwali mendatang, Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini menjelaskan, antisipasi sih ada, tapi kita biasa saja seperti itu. Karena, kami di partai sudah seperempat abad. 

"Kalau seperti ini biasa, beda pendapat itu kerikil kerikil kecil biasa. Jadi intinya PDIP Surabaya tetap solid, seluruh komponen yang ada. "ujarnya. 

"Kami tidak tau persis, tapi ada beberapa dan yang lain saya juga tidak hafal. Dan saya yakin hati mereka akan tergerak kembali. Nanti bisa dilihat mereka disana seperti apa, pasti mereka akan kembali. "pungkasnya. (pan) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...