Skip to main content

Merasa Diteror, Penghuni Apartemen Puncak Permai Wadul Dewan

Mediabidik.com – Penghuni Apartemen Puncak Permai merasa resah, beberapa akhir ini diteror oleh oknum pengelola apartemen, terutama soal tarif parkir kendaraan yang sebelumnya tidak ada, saat ini penghuni ditarik tarif parkir dengan tarif yang dinilai sangat tinggi.

Ketua Paguyuban Penghuni Apartemen Puncak Permai, Oxtalevanus mengatakan, sebelumnya tidak ada penarikan tarif parkir kendaraan, namun disaat pandemi Covid-19 ini, tiba-tiba secara sepihak pengelola Apartemen menarik tarif parkir.

"Tarif parkir kami nilai terlalu tinggi, ditengah kondisi kesulitan ekonomi selama badai pandemi virus Covid-19."ujarnya kepada wartawan usai hearing dengan Komisi C DPRD kota Surabaya, Selasa (18/08/20).

Oxtalevanus menceritakan, kami parkir setiap hari keluar masuk sebelumnya bebas bayar, tiba-tiba kemarin itu sampai ada turunin preman orang-orang yang tidak dikenal, tidak mempunyai identitas, tidak memakai seragam pekerjaan apa nggak tahu, tiba-tiba datang ke apartemen.

Ia menambahkan, meski didatangi oknum preman bahkan ada penghuni apartemen yang luka tangannya, namun kami mencoba  bermusyawarah untuk bertemu dengan pihak pengelola  apartemen.

"Sayangnya, jelas Oxtalevanus, pihak pengelola tidak pernah mau menemui."terangnya.

Saat ditanya berapa besaran tarif liar yang dikenakan penghuni apartemen, Oxtalevanus mengatakan, awalnya free kemudian dikenakan tarif mulai per jam, sampai ada yang dikenakan Rp50.000 per hari. Bahkan, ada ibu-ibu yang dikenakan tarif Rp30.000 sekali keluar. 

Penghuni Apartemen, kata Oxtalevanus, sebenarnya memahami mengapa ditarik tarif parkir, mungkin untuk menambah gaji karyawan apartemen, karena situasi ekonomi sedang sulit saat ini. Tapi, ya harus ada kejelasan dahulu besaran tarifnya

"Untuk itu kita mengadukan hal ini ke DPRD Kota Surabaya, agar dibentuklah batas minimum batas maksimum dari tarif parkir tersebut."ungkapnya.(pan)


Foto : Penghuni Apartemen Puncak Permai usai hearing dengan Komisi C DPRD Surabaya. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni...