Skip to main content

Baktiono : Semua Pihak Harus Ikut Peran Serta Agar Rehabilitasi Pipa Jl Pasar Kembang Selesai

SURABAYAIMediabidik.Com - Terpantau sebelumnya mulai pukul 02:00 dini hari, letupan aspal mulai retak hingga menjulang keatas. Sehingga puncaknya pada pukul 06:00 pagi tadi, diakibatkan adanya pemasangan pipa PDAM besar baru dengan diameter 600 mm. 

Atas laporan masyarakat, DPRD Surabaya mendengar hal ini. Sehingga mengeluarkan lumpur hingga ke bahu jalan, akibat dari tekanan gundukan aspal pecah setinggi 1 meter.

"Iya, kami sudah dengar sebelumnya bahwa ada rehabilitasi pipa DN 600 mm di Jalan Pasar Kembang hingga bulan ke depan," kata Baktiono, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Selasa (01/08/2023) siang.

Sedangkan hingga mengeluarkan lumpur dan meluber ke bahu jalan, Baktiono menyadari dan memaklumi. Untuk mengganti pipa-pipa primer dengan panjang ratusan ribu kilometer itu memang tidak mudah. Mengingat, pipa-pipa primer yang ada di wilayah Pasar Kembang itu telah lama ada sejak zaman Belanda.

Namun Politisi senior PDIP ini tetap menegaskan, terkait rehabilitasi ini harus dikerjakan secara terus menerus selama 24 jam. Agar segera selesai dan tidak terlalu lama mengganggu para pengguna jalan raya.

"Termasuk semua pihak harus turut ikut berperan serta. Termasuk Dinas Sumber Daya Air, Dinas PU, Dishub yang mengatur lalu lintas, juga Satpol PP untuk pengamanannya, dan terutama PDAM yang menyediakan ahlinya dibidang penyambungan pipa," ungkap Baktiono.

Ketika disinggung persoalan keselamatan para pengguna jalan raya ketika melintas di samping perbaikan rehabilitasi pipa PDAM, Baktiono meminta PDAM dan Dishub saling berkoordinasi agar tetap memperhatikan keselamatan para pengguna jalan raya.

"Harus segera selesai dengan baik dan tetap perhatikan keselamatan para pengguna jalan raya. Saya yakin PDAM bisa bekerja profesional bersama ahlinya," tegas Baktiono.

Sementara itu, Binurwati Kusuma Fitri selaku Manajer Humas PDAM Surya Sembada Surabaya membenarkan. Bahwa pada hari ini aspal di sekitar lokasi pekerjaan rehabilitasi pipa mengalami retak. 

"Tim rehab pipa sudah melakukan penanganan di lokasi dengan cara pembersihan lokasi dan selanjutnya akan langsung dilakukan rekondisi. Agar jalan kembali normal pada hari ini juga," katanya ketika dikonfirmasi.

Menurut Ir. Arief Wisnu Cahyono S.T., selaku Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan, PDAM telah melakukan rehabilitasi pipa sejak 2022 untuk peningkatan pelayanan kepada warga Surabaya. Dilakukannya rehab pipa ini untuk menggantikan pipa lama yang sudah mengalami korosi, berusia tua, sering bocor dan berdiameter kecil. 

Sedangkan penyebab terjadinya hal tersebut, Arief Wisnu menjelaskan, diperkirakan karena kondisi tanah berpasir dan berlumpur saat dilakukan penarikan pipa. Rehabilitasi pipa jaringan di Jl. Diponegoro - Jl. Arjuno menggunakan teknik HDD (Horizontal Direction Drilling). Pipa besi DN 600 mm diganti menjadi pipa HDPE DN 600 mm.

"Kami segera melakukan rehabilitasi pipa untuk antisipasi terjadinya bocor di bawah fly over Diponegoro. Kalau terjadi bocor di sana akan sulit penanganannya. Jika tidak segera ditanggani, khawatir bocoran air akan menggerus tanah di bawah fly over," jelas Arief Wisnu.

Senada disampaikan juga oleh Nanang Widyatmoko selaku Direktur Operasional PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan, meskipun terjadi kendala di lapangan, namun tim rehab pipa tetap optimis menyelesaikan target pekerjaan. 

"Estimasi pekerjaan untuk ruas ini diperkirakan selesai selama 3 (tiga) bulan, sejak pertengahan Juli 2023 hingga pertengahan Oktober 2023" terang Nanang Widyatmoko.

PDAM berharap dengan sudah tertanganinya kendala di lapangan dapat melanjutkan pekerjaan rehabilitasi pipa di lokasi tersebut. Meskipun dampak beberapa jam yang lalu sempat terjadi gangguan lalu lintas. 

"Oleh karenanya PDAM memohon maaf atas gangguan yang terjadi. Atas pengertian warga sekitar, kami mengucapkan terima kasih," tandas Ir. Arief Wisnu Cahyono S.T., selaku Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya. 

Disamping itu, terkait sanksi jika pengerjaan rehabilitasi melebihi dari batas waktu yang telah diinformasikan, Baktiono dengan tegas tetap meminta PDAM agar bekerja secara maksimal dan profesional. 

"Akan kami panggil jika melebihi dari batas waktu yang telah ditentukan dan jika pengerjaannya tidak maksimal," pungkas Baktiono. (red) 

Comments

Popular posts from this blog

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

40 Saksi Masuk Dalam Daftar Jaksa, Salah Satunya Anak Risma

SURABAYA (Mediabidik) - Sebanyak hampir 40 orang masuk dalam daftar saksi perkara amblesnya jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu di antaranya ialah putra dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, Fuad Benardi. Jaksa Penuntut Umum tak menyebut dalam kapasitas sebagai apa Fuad insiden Gubeng ambles itu.  Para saksi itu tercantum dalam dua berkas terpisah. Berkas pertama terdiri dari tiga terdakwa dari PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) dan berkas kedua juga terdiri dari tiga terdakwa dari pihak pemilik proyek, PT Saputra Karya. "Yang (berkas terdakwa) NKE hampir 40 (saksi)," kata jaksa Rahmat Hari Basuki.  Para saksi itu kebanyakan dari pihak swasta yang digandeng PT Saputra Karya dalam pengerjaan proyek Gubeng Mixed Used Development, gedung pengembangan dari Rumah Sakit Siloam. Ada juga saksi dari pihak Pemerintah Kota Surabaya berkaitan dengan penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB.  Sayang, Rahmat ogah menyebutkan nama

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh