Skip to main content

Sebagai Narasumber Ahmad Dhani Ungkap Tranformasi Surabaya Jadi Favorit Anak Daerah


SURABAYAIMediabidik.Com
- Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo mengunjungi Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (11/8/2026). Kedatangannya bukan sekadar untuk melihat karya peserta Lomba Fotografi Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk menyoroti perubahan wajah Surabaya dalam kurun lebih dari tiga dekade.

Dalam kunjungannya, Ahmad Dhani didapuk menjadi narasumber dalam acara bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya dan Ketua Pokja Judes Indonesia, Inyong Maulana. Forum tersebut membahas perjalanan Surabaya, perubahan sosial dan budaya, hingga bagaimana kota ini membangun identitasnya di tengah perkembangan kota-kota besar di Indonesia.

Dhani mengaku memiliki pengalaman langsung melihat perubahan Surabaya sejak awal 1990-an. Menurut dia, wajah Surabaya saat ini jauh berbeda dibandingkan ketika dirinya mulai berkarier di dunia musik.

“Surabaya itu tidak kalah maju. Banyak daerah yang dulu kosong, tiba-tiba sekarang menjadi sebuah kota yang maju, penuh dengan gedung-gedung,” ujar Dhani.

Ia menilai, perubahan Surabaya tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari perubahan citra masyarakatnya. Dhani membandingkan persepsi terhadap warga Surabaya sekitar 35 tahun lalu dengan kondisi sekarang.

“Dulu ada semacam anggapan bahwa anak Surabaya itu anak daerah. Sekarang mungkin tidak seperti itu. Surabaya sudah menjadi identitas yang menarik,” katanya.

Dhani bahkan menyebut perubahan tersebut ikut menggeser cara pandang masyarakat luar terhadap warga Surabaya. Menurut dia, identitas Surabaya yang dahulu dianggap terlalu kental dengan karakter Jawa kini justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Dulu kalau ada perempuan Surabaya yang cantik tetapi logatnya Jawa, cowok-cowok Jakarta bisa mundur. Sekarang malah rebutan. Sekarang itu menjadi menarik,”ujarnya disambut tawa peserta.

Lebih jauh, Dhani memberikan apresiasi terhadap para wali kota Surabaya dari berbagai periode yang dinilainya memiliki kontribusi terhadap transformasi kota. Ia secara khusus menyinggung era kepemimpinan Tri Rismaharini.

“Saya harus mengakui bahwa Kota Surabaya ketika Bu Risma menjadi wali kota mengalami perubahan yang nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,”kata Dhani.

Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya menjadi persepsi masyarakat Surabaya. Ia mengaku sejumlah rekannya yang baru pertama kali berkunjung ke Surabaya juga memberikan penilaian serupa.

“Beberapa teman saya yang belum pernah ke Surabaya, ketika pertama kali datang ke Surabaya, suka. Mereka bilang, ‘Ini memang Surabaya sekarang jauh berbeda dengan Surabaya di zaman saya',” tuturnya.

Dhani menilai pembangunan Surabaya perlu terus diimbangi dengan penguatan seni dan kebudayaan. Menurutnya, kemajuan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penyediaan ruang bagi musik, seni, dan kreativitas anak muda.

“Saya berharap fasilitas-fasilitas untuk dunia seni, musik, dan budaya tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru membuat ruang kreativitas semakin jauh,”tegasnya.

Ia juga menyinggung karakter masyarakat Surabaya yang menurutnya memiliki keberanian menyampaikan kritik secara langsung. Sikap tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mengawal pembangunan.

“Kalau mengkritisi dan menyampaikan saran, mereka selalu to the point. Tidak bela-bela atau bagaimana. Saya yakin ini juga menjadi nilai tambah,” ujar Dhani.

Kunjungan Dhani ke DPRD Surabaya sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara politik, kebudayaan, dan perubahan sebuah kota. Dari pengalaman sebagai musisi yang berangkat dari Surabaya hingga kini duduk sebagai anggota DPR RI, Dhani mengatakan perjalanan tersebut dibangun melalui keberanian mengambil keputusan.

“Saya dari Surabaya, bermain musik di Jakarta, itu sudah sesuatu yang nekat. Kemudian masuk ke bidang politik juga nekat,”katanya.

Melalui forum tersebut, Dhani berharap Surabaya tidak hanya mempertahankan predikat sebagai kota modern dan hijau, tetapi juga terus melahirkan identitas baru melalui seni, budaya, dan kreativitas masyarakatnya.(red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...