Skip to main content

Pemprov Jatim bersama Bank Jatim Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT


NUSA TENGGARA TIMUR|Mediabidik.Com
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Bank Jatim menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Bantuan tersebut disalurkan pada Minggu (23/8/2026) di sejumlah titik posko bencana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Jawa Timur kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi pascabencana. 

Turut hadir langsung dalam penyerahan bantuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Dalam aksi sosial tersebut, terdapat dua bentuk bantuan yang diberikan oleh Bank Jatim. Pertama, donasi dari Jatimers sebesar Rp 250 juta yang ditujukan kepada pegawai Bank NTT yang turut terdampak bencana. Adapun Bank NTT sendiri merupakan salah satu anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim. Oleh karena itu, Bank Jatim memandang penting untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada Bank NTT beserta para pegawainya sebagai bagian dari komitmen membangun sinergi dan solidaritas antaranggota KUB.

Winardi menyampaikan, bahwa kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan di lingkungan KUB Bank Jatim. “Bank NTT merupakan bagian dari keluarga besar KUB Bank Jatim. Ketika saudara-saudara kita di Bank NTT turut terdampak bencana, kami merasa perlu hadir memberikan dukungan. Donasi dari Jatimers sebesar Rp 250 juta ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para pegawai Bank NTT yang terdampak, sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar Bank Jatim,” ujarnya.

Selanjutnya, bantuan kedua dari Bank Jatim yang telah diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kepada masyarakat NTT berupa beras, kornet, sarden, susu, pembalut wanita, hingga pampers. Semua bantuan itu disalurkan melalui sejumlah posko bencana dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam situasi pascabencana. Penyaluran dilakukan di beberapa titik lokasi agar dapat diterima secara langsung oleh masyarakat terdampak.

“Selain memberikan dukungan kepada rekan-rekan di Bank NTT, Bank Jatim juga ingin memastikan kepedulian kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sana. Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tak hanya melalui peran sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong ketika terjadi bencana,” tambahnya.

Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat NTT serta memberikan dukungan moral kepada para pegawai Bank NTT yang terdampak. Bank Jatim juga menyampaikan doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat NTT agar diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah serta kelancaran dalam proses pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bantuan yang dibawa ke wilayah terdampak disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta masukan dari tenaga kesehatan yang telah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa. 

Adapun total bantuan yang dibawa oleh Pemprov Jatim mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp 3.006.652.875. Bantuan tersebut terdiri atas makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor. Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp 720.965.175 disalurkan untuk masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara bantuan untuk posko di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton senilai Rp 2.285.687.700.

Menurutnya, dukungan logistik ini merupakan bagian dari ikhtiar Jawa Timur untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga memasuki tahap awal pemulihan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi yang masih terdampak bencana. “Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara - saudara kita di NTT merasa tak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” tutupnya. (rinto)

Caption: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyerahkan bantuan bencana alam NTT di titik posko bencana. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni...