Skip to main content

Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Pemkot Surabaya Kebut Perbaikan dan Pembangunan Balai RW


SURABAYAIMediabidik.Com
- Pemerintah Kota (Pemkot) terus memacu perbaikan dan pembangunan balai rukun warga (RW) guna mengoptimalkan fasilitas pelayanan masyarakat. Dari alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar pada tahun ini, sebanyak 85 titik balai RW telah tersentuh pengerjaan fisik dengan tingkat progres keseluruhan mencapai 60 hingga 70 persen.

​Harindrayana Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya mengatakan, pengerjaan balai RW tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yakni rehabilitasi fisik dan pembangunan baru. Sebagian besar kegiatan didominasi oleh perbaikan gedung yang sudah ada namun dinilai kurang layak fungsi, seperti perbaikan atap bocor, penggantian keramik, hingga pengecatan ulang.

​"Sementara itu, untuk proyek pembangunan baru, tercatat ada 5 lokasi yang saat ini pengerjaannya telah mencapai kisaran 40 hingga 50 persen. Pembangunan baru difokuskan bagi wilayah RW yang sebelumnya belum memiliki fasilitas gedung pertemuan warga." ujar Harindrayana, Sabtu (29/8/2026). 

​Adapun pengerjaan pembangunan baru diprioritaskan pada lahan yang secara legalitas terdaftar sebagai aset milik Pemkot. "Langkah ini diambil untuk memastikan peruntukan lahan sesuai aturan dan menghindari kendala status tanah di lapangan." terangnya. 

​Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya menjelaskan bahwa tidak semua usulan pembangunan balai baru dapat langsung direalisasikan. Sejumlah pengajuan terpaksa ditunda karena lokasi yang diusulkan berdiri di atas lahan tidak sesuai peruntukan, seperti bantaran sungai atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Jadi tidak semua usulan dapat direalisasikan, kita harus melihat dulu lokasi dan status lahannya apa sudah sesuai peruntukannya." jelasnya. 

​Untuk estimasi biaya, pembangunan unit balai RW baru menghabiskan anggaran bervariasi antara Rp200 juta per titik, tergantung luas lahan serta kebutuhan bangunan.

​"Seiring berjalannya pekerjaan fisik di lapangan, tingkat penyerapan anggaran program ini saat ini diperkirakan telah menyentuh angka 60 persen. Pemkot optimistis seluruh pengerjaan perbaikan (rehabilitasi) dapat terselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun." ungkapnya. 

​Adapun usulan pembangunan baru yang masuk di pertengahan hingga akhir tahun tetap akan dipertimbangkan. "Jika durasi waktu tidak memadai hingga penghujung tahun, pengajuan tersebut akan dialokasikan untuk pelaksanaan anggaran pada tahun 2027." pungkasnya. (red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...