Skip to main content

Proyek Pembangunan Box Culvert Capai 5 Persen, Pemasangan Fokus di Sisi Barat


SURABAYAIMediabidik.Com - Progres pembangunan box culvert saat ini telah mencatatkan capaian sekitar 5 persen. Tahapan pekerjaan yang meliput pemancangan dan pengecoran plat lajur telah berlangsung selama dua minggu terakhir dan menghasilkan sekitar 50 meter lajur siap pasang. 

​Iwan Eristianto Project Manager PT Media Teknik KSO mengatakan, capaian progres mencapai 5% dengan fokus aktivitas persiapan pemasangan box culvert.

​"Sudah dilakukan 4 kali pengecoran sepanjang hampir 50 meter (4 x 12 meter).
​Target Pemasangan box culvert dijadwalkan mulai besok malam di area yang telah siap." terang Iwan Eristanto. 

​Iwan menjelaskan, pekerjaan dibagi menjadi dua tim, tim pertama bergerak dari timur ke barat, sementara tim kedua bergerak dari barat ke timur. "Pemasangan difokuskan di sisi barat terlebih dahulu agar setelah pemotongan akses jembatan persil/gudang, box culvert yang terpasang dapat langsung difungsikan sebagai akses keluar-masuk kendaraan." imbuh Iwan. 

​Ketinggian box culvert dirancang rata (level) dengan bagian atas jembatan. Untuk menyesuaikan beda tinggi dengan jalan eksisting (sekitar 80–90 cm), kelandaian jalan disempurnakan di titik U-turn. "Rencana pembuatan dua titik putar balik, yakni di ujung jembatan dan di depan area AMD." tutur Iwan. 

​Perihal kendala lapangan dan koordinasi utilitas Dia menyampaikan, kecepatan pasokan material dari pabrikan menjadi perhatian. Evaluasi akan dilakukan minggu depan untuk menentukan perlu tidaknya percepatan (penambahan molding, jam kerja, atau mutu).

​"Utilitas PLN terdapat sekitar 16–17 titik perpotongan (crossing) kabel PLN. Koordinasi dilakukan agar pihak PLN meninggikan posisi kabel sesuai kapasitas tiang yang ada, sementara tim konstruksi menyesuaikan ketinggian alat pancang (leader) agar pekerjaan berjalan aman." pungkasnya. (red) 

Teks foto : Proses pengecoran 4 lajur balok 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...