Skip to main content

Pansus DPRD Surabaya Dorong Perubahan Pola Pengendalian Banjir


SURABAYAIMediabidik.Com
– DPRD Kota Surabaya mendorong perubahan mendasar dalam pola pengendalian banjir di Kota Pahlawan. Jika selama ini normalisasi saluran air cenderung dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat, Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian dan Penanggulangan Banjir mengusulkan sistem yang lebih terencana dan preventif melalui normalisasi berkala setiap tiga tahun, didukung penyediaan peralatan di seluruh kelurahan.

Usulan tersebut mengemuka dalam rapat Pansus Pengendalian dan Penanggulangan Banjir di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (3/8/2026). Rapat dipimpin Ketua Pansus Sukadar yang menilai persoalan banjir tidak cukup diselesaikan dengan langkah-langkah insidental, melainkan membutuhkan sistem yang berkelanjutan sejak dari tingkat wilayah.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian Pansus adalah keterbatasan peralatan normalisasi saluran di lapangan. Kondisi tersebut membuat proses pengerukan sedimentasi maupun pembersihan saluran kerap tertunda karena alat harus digunakan secara bergantian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Menurut Sukadar, hasil kajian akademik yang disampaikan kepada Pansus menunjukkan bahwa kebutuhan pendanaan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir masih dapat ditopang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya.

"Menurut kajian yang disampaikan Prof. Dr. Rusdianto Sesung, S.H., M.H , pendanaan pengendalian banjir dapat diambil dari APBD. Yang harus didanai bukan hanya operasional, tetapi juga pengadaan peralatan agar penanganan banjir lebih efektif," ujar Sukadar.

Ia menilai, pengadaan peralatan dasar di setiap kelurahan akan memangkas waktu respons pemerintah ketika terjadi pendangkalan saluran atau muncul titik-titik yang membutuhkan normalisasi segera.

"Kalau kita ingin melakukan normalisasi di seluruh Kota Surabaya, alatnya tidak boleh hanya berada di satu lokasi. Selama ini alat harus bergantian dipindahkan sehingga permintaan masyarakat sering kali harus menunggu," katanya.

Pansus mengusulkan setiap dari 153 kelurahan di Surabaya memiliki seperangkat peralatan ringan untuk menunjang pekerjaan normalisasi. Dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp15 juta per kelurahan, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.

"Kalau dihitung, kebutuhan peralatan sekitar Rp15 juta untuk setiap kelurahan. Totalnya kurang lebih Rp1,4 miliar dan menurut kami APBD Surabaya mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut," jelas Sukadar.

Dalam skema yang diusulkan, peralatan ringan seperti jack hammer, cangkul, dan perlengkapan pendukung ditempatkan di tingkat kelurahan agar dapat digunakan kapan saja. Sementara alat berat seperti ekskavator mini cukup tersedia di tingkat kecamatan sehingga tetap efisien namun mudah dijangkau ketika diperlukan.

Selain penguatan sarana, Pansus juga mengusulkan perubahan pola kerja. Normalisasi saluran tidak lagi dilakukan berdasarkan laporan warga semata, melainkan dijadwalkan secara menyeluruh setiap tiga tahun sehingga seluruh kawasan Surabaya memperoleh penanganan secara bergilir.

"Kami ingin ada timeline yang jelas. Tiga tahun sekali dilakukan normalisasi besar di seluruh Surabaya. Setelah selesai satu siklus, kembali lagi dari awal sehingga kegiatan ini berlangsung terus-menerus," ujarnya.

Pansus juga menilai keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah. Setelah normalisasi dilakukan, masyarakat perlu dilibatkan melalui kerja bakti untuk menjaga saluran tetap bersih sehingga kapasitas drainase tidak kembali menurun akibat penumpukan sampah maupun sedimentasi. (red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...