Skip to main content

DPRD Surabaya Soroti Proyeksi APBD-P 2026, dari Pembiayaan Alternatif hingga Penurunan Target PKB


SURABAYAIMediabidik.Com
– DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan tanggapan dan/atau jawaban Wali Kota Surabaya atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2026, Senin (31/8/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri dan dihadiri 37 anggota dewan. Jumlah tersebut memenuhi kuorum sehingga rapat dapat dilanjutkan.

Dalam pembukaan rapat, Syaifuddin mengatakan, agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari pandangan umum fraksi-fraksi yang telah disampaikan dalam rapat paripurna pada Jumat (28/8/2026).

"Pada rapat paripurna hari Jumat tanggal 28 Agustus 2026, perwakilan fraksi-fraksi telah menyampaikan pemandangan fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Surabaya Tahun 2026. Selanjutnya, pada rapat ini Wali Kota akan menyampaikan tanggapan atau jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi," kata Syaifuddin.

Jawaban Wali Kota disampaikan Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto. Dari paparan tersebut, sejumlah isu strategis sebelumnya dipertanyakan fraksi mulai mendapat penjelasan, terutama menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer ke daerah, pembiayaan alternatif, belanja infrastruktur, hingga penurunan target penerimaan Pajak - Bermotor (PKB).

Menanggapi Fraksi Partai Gerindra, Pemkot Surabaya menyatakan kenaikan target retribusi dalam APBD-P 2026 terutama berasal dari retribusi pelayanan kesehatan dan pelayanan persampahan yang disesuaikan dengan potensi pendapatan.

Sementara itu, penurunan target opsi PKB disebut merupakan konsekuensi penyesuaian terhadap ketetapan Gubernur. Pemkot menyatakan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait persoalan tersebut.

Persoalan pembiayaan alternatif juga menjadi salah satu titik penting dalam jawaban Wali Kota. Pemkot menegaskan pembiayaan tersebut bukan semata-mata digunakan untuk menutup defisit, tetapi diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp1,4 triliun dan telah melalui kajian kelayakan serta analisis risiko.

"Pembiayaan alternatif tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun telah melalui kajian visibilitas yang komprehensif serta mempertimbangkan tingkat risiko yang terukur," ujar Lilik.

Fraksi-fraksi juga menyoroti potensi turunnya transfer ke daerah. Pemkot mengakui diperlukan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Dalam jawaban kepada Fraksi Golkar, disebutkan adanya tambahan kurang bayar transfer berdasarkan KMK Nomor 198 Tahun 2026 yang akan masuk melalui rekening kas umum daerah dan dicatat dalam tahapan perubahan APBD 2026.

Di sisi belanja, Pemkot menjelaskan penurunan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi antara lain dipengaruhi pengurangan rencana pembiayaan alternatif. Beberapa proyek juga mengalami perubahan skema pendanaan. Pembangunan flyover disebut akan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum melalui APBN, sedangkan pembangunan jalan tembus akan dilakukan melalui skema penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) oleh pengembang.

Pemkot juga mengungkapkan alokasi belanja tidak terduga dalam APBD 2026 sebesar Rp62,155 miliar. Hingga saat ini, sebesar Rp52,921 miliar telah dimanfaatkan melalui mekanisme pergeseran anggaran pada belanja perangkat daerah sesuai ketentuan.

Sementara itu, kenaikan belanja barang dan jasa antara lain dipengaruhi kebutuhan layanan pengelolaan sampah serta penyesuaian operasional kendaraan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

Lilik menegaskan pemerintah kota akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek fisik maupun program pemberdayaan masyarakat agar realisasinya maksimal dan tidak menumpuk pada akhir tahun.

Setelah jawaban Wali Kota disampaikan, Syaifuddin mengatakan pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 selanjutnya akan dilakukan di tingkat komisi. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan finalisasi rancangan pada rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Surabaya.

"Selanjutnya, untuk pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 akan dilakukan pada rapat tingkat komisi, dilanjutkan dengan penyusunan dan finalisasi rancangan pada rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Surabaya," kata Syaifuddin.

Rapat paripurna ditutup setelah prosesi penyerahan naskah jawaban Wali Kota kepada pimpinan rapat. (red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...