Skip to main content

Masuki Masa Transisi, Pekerjaan Insfrastruktur di DPRKPCKTR Mulai Normal

Mediabidik.com - Memasuki masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pekerjaan insfrastruktur di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) mulai berjalan normal. Diantaranya gedung sekolah, gedung pemerintah, lapangan tembak, alun alun Suroboyo, GBT, RS Soewandi, kecuali RS BDH karena menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19.

Hal itu disampaikan Kabid Bangunan Gedung DPRKPCKTR Iman Krestian mengatakan, semua proyek di Cipta Karya yang direncanakan awal tahun atau yang sudah masuk APBD 2020 itu berjalan semua. 

"Kecuali rumah sakit BDH untuk kedokteran nuklirnya ngak jalan, karena  rumah sakit BDH jadi rumah sakit rujukan Covid-19. Kalau kita paksakan, pembangunan disitu khawatirnya opereasionalnya terganggu, jadi kita tahan dulu. "terang kepada media ini, Rabu (10/6/20).

Iman menambahkan, kalau di RS Suwandi yang kita bangun di area belakang jadi tidak menganggu operasional rumah sakit. Cuma ada satu proyek diarea dalam, pembangunan MRI, itu nanti kita selesaikan pembangunan Strukturnya saja. 

"Tapi, diarea yang memberikan dampak operasional covid-19 kita handle dulu, " ucapnya. 

Saat ditanya pekerjaan mana saja yang saat ini masih jalan, Iman menjelaskan, semua pekerjaan masih jalan, gedung sekolah, lapangan tembak, stadion GBT jalan semua. Intinya semua pekerjaan yang sudah berkontrak dan itu rata rata semua sudah kontrak, karena kita lelangnya diawal tahun kemarin.

"Untuk progresnya beragam, jadi katena ada Covid kemarin otomatis ada perlambatan, terus dipotong lebaran juga ada perlambatan. Itukan, force majer dan ini kan mengarah ke new normal, dan saat ini pekerja pekerja mulai kembali, sesuai protokol kesehatan, kita harus kalkulasi lagi. Tapi rata rata ada yang sudah selesai seratus persen, karena pekerjaan sudah mulai Januari. "ungkapnya. 

Masih kata Iman, kalau jalan ada yang Januari, Maret juga ada tergantung masa lelangnya, kita kan ngak bisa kalau fokusnya Covid harus berhenti semua, kalau konstruksi ini multi plier effecnya banyak. "Kalau dihentikan dampaknya ya lumayan," pungkasnya. (pan) 

Foto : Iman Krestian Kabid Bangunan Gedung DPRKPCKTR. 


Comments

Popular posts from this blog

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni