Skip to main content

Kurir Narkoba Rp5 M, Divonis 15 Tahun

SURABAYA (Mediabidik) Imam Santoso (28), warga Jalan Simo Pomahan, terdakwa perkara kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 4 kilogram (kg), 7.700 butir dan 36 butir kapsul berisi serbuk ekstasi, akhirnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang yang digelar dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Saprudin di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/3/2019).

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sesuai pasal 114 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," ujar ketua majelis hakim membacakan amar putusannya.

Tak hanya hukuman penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada agenda sidang sebelumnya. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, terdakwa dituntut 20 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Tak pelak, mendapati vonis ini, terdakwa dan tim penasehat hukumnya menyatakan menerima. "Putusan kami nilai usdah memenuhi unsur keadilan. Kita tidak banding dan menerima putusan. Dengan barang bukti serta fakta sidang yang ada, hukuman bisa seumur hidup penjara," ujar Ronni Bahmari, salah satu tim penasehat hukum terdakwa saat diwawancara usai sidang.

Diceritakan dalam dakwaan jaksa, perkara ini berawal dari penggerebekan yang dilakukan Tim Khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terhadap dua kamar kos terdakwa, di kawasan Duluh Pakis dan Dukuh Kupang Surabaya, 5 Nopember 2019 lalu.

Dari tangan terdakwa, perugas berhasil mengamankan 7 paket plastik berisi narkotika yang diduga jenis sabu-sabu dengan berat total kurang lebih 563 gram, 22 paket plastik berisi sabu-sabu dengan berat kurang lebih 29 gram beserta bungkusnya; 4 bungkus minuman kemasan merek tertentu warna hijau berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 4.138 gram beserta bungkusnya; 2 bungkus plastik berisi 7.700 butir pil ekstasi warna hijau dengan logo XTC, 36 butir pil kapsul berisi serbuk narkotika jenis ekstasi; 1 bungkus lakban cokelat berisi biji- bijian narkotika jenis ganja seberat 18,74 gram, 3 buah timbangan, 1 buah kantung plastik berisi kapsul-kapsul kosong, dan 6 bendel plastik klip.

Kepada petugas, terdakwa mengaku mendapatkan narkoba senilai Rp5 miliar ini dari kendali seorang bandar dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Madiun. 

Terdakwa mengaku sekitar 2 minggu sebelumnya mendapat telepon dan pesan singkat dari seseorang pria. Pria itu memerintahkan terdakwa agar mencarikan 2 kamar kos di Surabaya. Terdakwa juga diperintah untuk menerima narkoba-narkoba tersebut sebelum diedarkan dengan upah tertentu yang dijanjikan. 

Narkoba-narkoba itu dikirim dari Jakarta dan diterima terdakwa kemudian disimpan di kamar kos Jalan Dukuh Pakis Surabaya sesuai perintah pria tadi. Narkoba jenis sabu, dikemas dalam bungkus bungkus minuman kemasan. (opan)

Foto
Tampak terdakwa Imam Santoso sesaat usai jalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/3/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt