Skip to main content

Kejati Jatim Pastikan Tidak Ajukan Kasasi Vonis Tiga Terdakwa Sipoa

SURABAYA (Mediabidik) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memastikan pihaknya tidak melakukan upaya hukum kasasi terhadap putusan hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jatim, terkait perkara penipuan dan penggelapan apartemen Royal Avatar World (RAW) oleh PT Sipoa grup yang melibatkan Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Bhirawa sebagai terdakwa.

Hal itu ditegaskan Kepala Kejati Jatim Dr Sunarta SH, MH saat dikonfirmasi dikantornya, Jumat (24/5/2019). "Kita pastikan tidak mengajukan kasasi atas putusan 7 bulan penjara yang dijatuhkan hakim terhadap ketiga terdakwa Sipoa," ujarnya.

Menurut Sunarta, putusan hakim hanya merubah berat ringannya hukuman yang dijatuhkan terhadap terdakwa. Sedangkan secara yuridis hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengajukan kasasi.

"Dalam putusan, mengenai barang bukti dan lainnya tidak ada perubahan, kecuali ada hal prinsipil yuridisnya yang dianggap tidak puas baru kita bisa mengajukan kasasi," terangnya.

Dalih jaksa, sikap untuk tidak mengajukan kasasi, sengaja pihaknya lakukan agar masyarakat segera mendapat kepastian hukum.

Tak pelak, tidak daiajukannya kasasi terhadapa vonis majelis hakim tingkat banding ini, otomatis perkara yang dilaporkan puluhan korban Sipoa ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Hingga, barang bukti dalam perkara ini harus segera dieksekusi oleh jaksa sesuai isi putusan hakim, yaitu mengembalikan seluruh BB dimana tempat serta siapa BB tersebut awal disita.

"Nanti, oleh pihak Sipoa dikembalikan ke konsumen atau bagaimana, prosesnya sudah diluar kewenangan kami selaku jaksa. Yang pasti kita bakal kembalikan BB ke para pihak dimana awal petugas menyita,"  tambah Sunarta.

Terpisah, Juru bicara PT Jatim Untung, ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa Putusan Hakim PT ini lebih tinggi dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang sebelumnya telah memvonis ketiga terdakwa 6 bulan penjara.

"Sementara terkait amar putusan yang bunyinya barang bukti dikembalikan lagi ke semula, setahu saya putusannya, barang bukti dikembalikan ke kejaksaan," ujar Untung.

Dilanjutkan, sejak putusan di Pengadilan, barang bukti itu dikembalikan ke kejaksaan, artinya jaksa disini punya peran bagaimana dengan barang bukti ketiga terdakwa apakah akan dipergunakan untuk kepentingan penyidikan lain, atau bagaimana harusnya.

"Soalnya barang bukti ini tidak sedikit ada beberapa unit mobil mewah, ada uang tunai ada juga sertifikat dan cek," tambah Untung.

Menyoal masalah keluarnya ketiga terdakwa dari tahanan, Untung mengatakan itu hak dan kewenangan jaksa untuk mengeksekusinya.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa sekaligus petinggi PT Sipoa grup tersebut telah dikeluarkan jaksa dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng.

Dibebaskannya ketiga terdakwa tersebut, berkat vonis yang dijatuhkan majelis hakim tingkat banding PT Jatim. Ketiganya hanya dijatuhi hukuman 7 bulan penjara pada putusan yang dijatuhkan pada 8 Mei 2019 lalu.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim yang menuntut hukuman 3 tahun penjara terhadap ketiganya sebelumnya.

Sedangkan, pada persidangan Jumat (15/2) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ketua Majelis Hakim Sifa'urosidin memvonis tiga terdakwa Sipoa dengan hukuman enam bulan penjara. 
Kasus dengan perkara Nomor laporan LBP/373/III/2018/IM/JATIM 26 Maret 2018, oleh hakim Sifa'urosidin, hanya menyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, yakni Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1. Padahal, pada berkas laporan awal dari Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Jatim, ada tiga sangkaan pidana, yakni pasal penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (opan) 

Foto : Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Dr Sunarta SH MH saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jumat (24/5/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt