Skip to main content

DPRD Surabaya minta Disnaker Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan Penyalur ART


SURABAYAIMediabidik.Com
– Kasus dugaan penyekapan calon tenaga kerja asisten rumah tangga (ART) oleh perusahaan pengerah dan penyalur ART di Surabaya mendapat perhatian DPRD Kota Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak berhenti pada penanganan kasus tersebut. 
Ia mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya menjadikan kasus itu sebagai pintu masuk untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh perusahaan penyalur ART di Kota Pahlawan.

Menurut Toni, langkah Wali Kota Surabaya yang turun langsung merespons adanya aduan masyarakat merupakan tindakan yang tepat. Namun, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pengawasan yang lebih menyeluruh.

"Saya pikir apa yang dilakukan Wali Kota itu tepat. Ketika ada aduan, kemudian beliau datang, mudah-mudahan itu bisa menjadi pintu masuk bagi Disnaker Kota Surabaya untuk melakukan legal audit terhadap seluruh perusahaan penyalur IRT (asisten rumah tangga) di Kota Surabaya,”kata Toni, Selasa (29/9/2026).

Ia menilai legal audit diperlukan untuk memastikan seluruh perusahaan penyalur ART telah memenuhi aspek prosedural dan memiliki kelengkapan perizinan sesuai ketentuan.

Selain aspek legalitas, Toni meminta Disnaker memastikan perusahaan penyalur benar-benar menjalankan pembinaan terhadap calon ART sebelum mereka ditempatkan atau disalurkan kepada pengguna jasa.

"Apakah sudah memenuhi aspek prosedural, perizinannya sudah lengkap, kemudian perusahaan penyalur apakah juga sudah melakukan langkah-langkah pembinaan terhadap calon ART yang akan didelegasikan,”ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terhadap perusahaan penyalur ART penting karena menyangkut hubungan antara pekerja rumah tangga dengan keluarga pengguna jasa yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Toni mengingatkan, lemahnya pengawasan berpotensi membuat perusahaan penyalur yang tidak memenuhi standar tetap beroperasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap hubungan antara keluarga dan ART di Surabaya.

"Jangan sampai kemudian ketika Disnakertrans abai melakukan pengawasan secara berkala di lapangan, kemudian banyak perusahaan penyalur IRT yang tidak qualified,”tegasnya.

Karena itu, ia meminta pengawasan tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan atau laporan dari masyarakat. Disnaker dinilai perlu melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap perusahaan penyalur ART.

Toni bahkan mengingatkan agar kasus dugaan penyekapan tersebut tidak dilihat sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

"Tidak hanya berhenti di sini. Jangan-jangan ini fenomena gunung es,” katanya.

Ia menambahkan, setiap langkah pemerintah kota dalam merespons persoalan warga semestinya dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan.

"Setiap tindakan Wali Kota yang turun langsung mengatasi persoalan di lapangan itu harus dijadikan instrumen bagi Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan fungsi pengawasan secara lebih ketat lagi,”pungkasnya. (red) /

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...