Skip to main content

Pemkot Surabaya Kejar Penuntasan Rumah Pompa Tanjungsari hingga Akhir November


SURABAYAIMediabidik.Com - 
Pemerintah Kota Surabaya terus mematangkan infrastruktur penanganan banjir di wilayah Tanjungsari. Saat ini, pembangunan dua titik rumah pompa baru tengah dikebut dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir November mendatang.

​Katim Pembangunan DSDABM Kota Surabaya, Bambang Yulianto, menjelaskan bahwa proyek penanganan banjir di kawasan tersebut mencakup dua lokasi rumah pompa utama, yakni di area bozem Tanjungsari dan pertigaan Tanjungsari.

​"Untuk rumah pompa di bozem Tanjungsari disiapkan dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik. Jadi total kapasitasnya mencapai 1 meter kubik per detik," ujar Bambang saat ditemui di lokasi proyek. Senin (21/9/2026). 

​Air dari bozem tersebut nantinya ditarik menuju saluran Tanjungsari sisi barat, sebelum akhirnya dialirkan ke rumah pompa di pertigaan Tanjungsari. Di titik pertigaan, dua unit pompa tambahan berkapasitas sama (masing-masing 0,5 meter kubik per detik) akan membuang aliran air menuju saluran Diversi Gunungsari.

​Meski ditargetkan rampung akhir November, pengerjaan di lapangan sempat menemui kendala teknis, khususnya pada lokasi pertigaan Tanjungsari akibat kondisi kontur tanah yang sangat keras.

​"Tanahnya cukup keras. Kemarin sempat dipasang SSP (Steel Sheet Pile) menggunakan alat berat biasa tetapi tidak mampu. Nanti akan didatangkan alat vibro khusus untuk menancapkan SSP agar pemancangan box culvert dan box walder bisa segera terpasang," lanjutnya.

​Bambang menegaskan, seluruh proses pengerjaan rumah pompa ini ditargetkan selesai tepat waktu sebelum memasuki puncak musim hujan, "Guna memastikan sistem drainase dan aliran penampungan air di kawasan Tanjungsari dapat berfungsi optimal." pungkasnya. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...