Skip to main content

Bank Jatim Perkuat Fundamental, Kredit Konsolidasi Tumbuh 41,68% dan Laba Naik 53,4%


SURABAYA|Mediabidik.Com
— PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah dinamika perekonomian global dan nasional. 

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose Bank Jatim Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada publik, investor, serta seluruh pemangku kepentingan, pada Rabu (9/8/2026).

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan, Bank Jatim senantiasa terus beradaptasi terhadap perkembangan bisnis dan kebutuhan masyarakat melalui beberapa aspek. Seperti penguatan tata kelola, manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, pengembangan sumber daya manusia, akselerasi teknologi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). “Transformasi Bank Jatim memang terus diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

Winardi juga mengatakan, bahwa Bank Jatim melihat kondisi perekonomian pada 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, hingga dinamika nilai tukar dan harga komoditas. Di dalam negeri, tantangan juga datang dari pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih tertahan, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, serta meningkatnya kualitas aset bermasalah, khususnya pada sektor UMKM.

Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap memiliki daya tahan yang baik. “Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (yoy). Sementara itu, ekonomi Jawa Timur tumbuh kumulatif sebesar 5,84%, dengan kontribusi sebesar 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34% terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Jatim menerapkan strategi yang terukur dengan fokus pada pengelolaan likuiditas, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset sesuai risk appetite perusahaan. 

Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto menuturkan, bahwa hingga Triwulan II 2026, kinerja konsolidasi Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162 triliun, meningkat 37,16% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp 111 triliun, tumbuh 41,68% yoy.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp 120 triliun, tumbuh 31,47% yoy. Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp 4,6 triliun, meningkat 39,5% yoy. Kemudian dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasi pada periode tersebut mencapai sekitar Rp 1,2 triliun, tumbuh 53,4% yoy. “Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil dari implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru,” jelasnya.

Tidak dipungkiri, Bank Jatim terus mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui berbagai inisiatif bisnis dan layanan. Sinergi tersebut antara lain mencakup peningkatan transaksi internasional melalui bisnis remittance dan Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, penyediaan Bank Notes, serta joint services untuk e-channel dan sistem pembayaran. Sinergi juga dikembangkan dalam penyediaan layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp 98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp 66,4 triliun, sementara DPK tercatat sebesar Rp 72,9 triliun. Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 802 miliar, tumbuh 1,76% yoy.

Dalam menghadapi kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah, lanjut Wahyu, Bank Jatim terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran yang bersifat seasonal, serta pengembangan ekosistem dengan berbagai business partner. Bank Jatim juga memperluas akses layanan melalui pengembangan Agen Laku Pandai serta penambahan jaringan ATM dan CRM.

“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu. Kami ingin menjadikan ekosistem yang sudah kuat sebagai entry point untuk menangkap peluang pasar baru,” ungkap Winardi.

Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo juga menambahkan, bahwa kondisi daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif membuat Bank Jatim menerapkan strategi penyaluran kredit secara lebih selektif dengan mengutamakan kualitas aset. Per Juli 2026, total kredit Bank Jatim mencapai Rp 66,4 triliun, terkontraksi 2,6% yoy. “Segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” paparnya.

Pada segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel dan menengah, serta korporasi. Penyaluran KUR menjadi salah satu kontributor penting pada segmen mikro, sementara Jatim Ritel menjadi kontributor utama pada segmen ritel dan menengah. Dalam menjaga kualitas kredit, Bank Jatim menerapkan langkah preventif dan kuratif. Program tersebut meliputi evaluasi kualitas kredit, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi, pengelolaan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, serta monitoring dan controlling secara berkala.

Winardi menegaskan, selain penguatan bisnis, Bank Jatim juga terus menjalankan komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Pada 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp 5,40 triliun. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, sosial, serta kegiatan pelestarian lingkungan hidup. 

Memasuki Semester II, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus melakukan penguatan fundamental dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Fokus perusahaan mencakup optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, ekspansi bisnis berbasis ekosistem, penyaluran kredit yang selektif, pengendalian kualitas aset, serta penguatan sinergi bersama anggota KUB.

“Bank Jatim akan terus mengambil langkah yang tepat dan terukur untuk menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap mengedepankan kualitas aset. Kami optimistis berbagai strategi yang telah disiapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru dan membawa Bank Jatim mencapai kinerja yang melampaui target,” tuturnya.

Bank Jatim berkomitmen untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan penggerak perekonomian Jawa Timur. (rinto)

Caption: Kantor Bank Jatim Pusat Surabaya. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...