Skip to main content

Atasi Banjir di Jalan Tanjungsari Pemkot Bangun Dua Bozem dan Rumah Pompa


SURABAYAIMediabidik.Com
- Pemerintah Kota Surabaya terus mematangkan langkah penanganan banjir dengan menggenjot pembangunan bozem (penampung air) dan rumah pompa di sejumlah titik krusial. Dua proyek strategis yang saat ini tengah dikejar penyelesaiannya berada di kawasan Tanjungsari dan Tambak Mayor.

Akhmad Lutfis Katimja Pemeliharaan Prasarana Drainase DSDABM kota Surabaya mengatakan, ​pembangunan bozem Tanjungsari dilaporkan telah mencapai progres sekitar 70 persen. Fasilitas penampung air ini dirancang memiliki kedalaman 5 meter, panjang 165 meter, dan lebar 32 meter, dengan total kapasitas pampungan mencapai sekitar 23.000 meter kubik. Saat ini, pengerjaan berfokus pada pengerukan dan pengangkutan tanah keluar lokasi.

​"Progres bozem Tanjungsari sudah sekitar 70 persen. Sisi-sisinya sudah dipasang gedek dan terucuk. Sekarang tinggal pengangkutan tanah di bagian tengah, setelah itu selesai," ujar Akhmad Lutfis kepada media ini, Selasa (15/9/2026). 

​Selain Tanjungsari, Lutfis menambahkan, pengerjaan bozem juga dilakukan di kawasan Tambak Mayor, tepatnya di area bawah jalan tol. Proyek ini memanfaatkan lahan jalur hijau setelah berkoordinasi dan mengantongi izin dari pihak pengelola jalan tol (Jasa Marga).

​"Berbeda dengan Tanjungsari, bozem Tambak Mayor memiliki skala lebih terbatas dengan kapasitas sekitar 5.000 meter kubik akibat keterbatasan lahan serta adanya utilitas pipa air bersih (Petro/PTAM) di sekitar lokasi yang menuntut proses pengerukan dilakukan secara ekstra hati-hati." ungkap Lutfis panggilan akrab Akhmad Lutfis. 

​Seluruh pengerjaan kedua bozem tersebut dilakukan secara swakelola oleh satuan tugas (Satgas) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya. Pihak Pemkot menargetkan seluruh rangkaian pengerjaan bozem beserta fasilitas pendukungnya dapat rampung total pada awal November mendatang guna mengantisipasi puncak musim hujan.

​"Guna menjaga fungsi fasilitas penampung air tersebut setelah beroperasi, Pemkot Surabaya juga akan menempatkan petugas guna melakukan pengawasan dan pemeliharaan rutin, serta mencegah pemanfaatan area sekitar bozem secara ilegal oleh warga." pungkasnya. (Red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...