Skip to main content

DPRD Surabaya Arahkan Belanja Anggaran untuk Program Pro Rakyat


SURABAYAIMediabidik.Com
– Tekanan fiskal menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Surabaya 2027. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan sejumlah program pelayanan dasar tetap berjalan, namun di saat yang sama harus dilakukan penajaman sasaran penerima manfaat dan efisiensi belanja pemerintah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam Rapat Paripurna DPRD Surabaya dengan agenda penyampaian nota keuangan RAPBD 2027, Senin (28/9/2026). Rapat dihadiri 40 anggota dewan dan dinyatakan memenuhi kuorum.

Eri mengatakan, kondisi fiskal yang terbatas tidak boleh membuat program pendidikan gratis, kesehatan gratis, maupun penanganan rumah tidak layak huni terhenti.

“Saya sampaikan kepada warga, dalam kondisi anggaran dengan tekanan fiskal seperti ini, sungguh-sungguh tidak boleh berhenti sama sekali. Pendidikan gratis, kesehatan gratis, rumah tidak layak huni, itu harus tetap berjalan,” kata Eri.

Namun, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Eri mencontohkan kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni yang menurutnya membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar jika seluruh persoalan ingin dituntaskan.

“APBD itu hanya pemantik. Rumah tidak layak huni saja dibutuhkan sekitar Rp600 miliar kalau kita akan memperbaiki semuanya. Maka kita harus bisa menentukan prioritas,”ujarnya.

Penajaman juga akan dilakukan terhadap sasaran bantuan sosial. Eri menegaskan, pemerintah akan lebih memprioritaskan warga yang benar-benar tinggal di Surabaya, bukan semata-mata berdasarkan kepemilikan KTP Surabaya.

“Kalau ada warga Surabaya yang KTP-nya Surabaya, tetapi sudah tinggal di Gresik karena kantornya di Gresik dan bekerja di sana, ini yang mana yang kita berikan? Yang kita berikan bantuan adalah warga yang benar-benar tinggal di Kota Surabaya,”tegasnya.

Kebijakan serupa, menurut Eri, perlu diterapkan dalam persoalan akses pendidikan. Ia menyoroti adanya kondisi ketika anak yang benar-benar tinggal di suatu lingkungan justru kehilangan kesempatan bersekolah karena adanya peserta didik yang bukan keluarga inti atau tidak tinggal di kawasan tersebut.

“Maka saya berharap, ayo dibuka semuanya. Hari ini kita hanya untuk warga Kota Surabaya. Itu pilihan yang berat, tetapi kami tidak bisa memenuhi semuanya. Kami mengutamakan orang yang tinggal di Surabaya,”katanya.

Selain bantuan dan pendidikan, Pemkot Surabaya juga akan mengevaluasi belanja kendaraan dinas. Eri mengatakan kendaraan operasional berbahan bakar minyak akan dikurangi dan penggunaan mobil listrik akan dilanjutkan pada 2027, terutama untuk kepala dinas.

“Mobil-mobil yang membutuhkan solar dan bensin akan kita evaluasi. Yang memegang kendaraan nanti juga tidak semuanya dinas. Yang memegang hanya kepala dinas, itu pun mobil listrik,” jelasnya.

Sementara kendaraan operasional tetap disediakan untuk perangkat daerah yang memang membutuhkan, seperti Satpol PP maupun kendaraan operasional pekerjaan infrastruktur.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mengatakan, RAPBD 2027 yang disampaikan wali kota diproyeksikan mencapai sekitar Rp12,8 triliun. Setelah penyampaian nota keuangan, tahapan berikutnya adalah pemandangan umum fraksi, jawaban wali kota, hingga pembahasan RAPBD.

“Pembahasannya akan panjang, mulai 9 Oktober sampai 9 November. Mudah-mudahan nanti sesuai dengan harapan masyarakat,”kata Bahtiyar.

Ia menegaskan DPRD mendukung program prioritas Pemkot Surabaya yang berpihak kepada masyarakat. Salah satunya penanganan rumah tidak layak huni yang saat ini telah mencapai sekitar 3.000 unit melalui program Pemkot, ditambah dukungan Kementerian Perumahan sekitar 2.000 unit.

“Kalau dikoneksikan, nantinya ada hampir 5.000 rumah tidak layak huni yang bisa dimanfaatkan. Ada juga bantuan pendidikan dan kesehatan. Apapun program yang pro-rakyat, tentunya DPRD akan mendukung,”pungkasnya.(red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...