SURABAYAIMediabidik.Com - Proyek pembangunan saluran air dan peninggian jalan yang ditangani PT Diatasa Jaya Mandiri terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki pengerjaan, realisasi fisik proyek dengan nilai kontrak Rp20 miliar tersebut kini telah mencapai 55 persen.
Pelaksana Lapangan PT Diatasa Jaya Mandiri, Adip Kurniawan, menjelaskan bahwa total panjang penanganan mencakup dua arah, yakni 700 meter ke arah jembatan dan 600 meter ke arah lampu merah.
“Saat ini pengerjaan saluran hampir rampung. Untuk sisi kiri arah lampu merah menyisakan sekitar 175 meter, sedangkan sisi kanan tersisa 275 meter. Kami targetkan dalam tiga minggu ke depan pengerjaan saluran ini selesai,”ujar Adip saat ditemui di lokasi proyek.
Setelah pengerjaan saluran selesai, pihak pelaksana akan melanjutkan ke tahap pengurukan jalan menggunakan material LPA (Lapis Pondasi Agregat A). Pengurukan ini menyasar wilayah STA 400 hingga 700 dengan estimasi peninggian berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, terutama di area mendekati jembatan.
Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, proses pengurukan dan pemadatan akan dilakukan pada malam hari.
“Pengurukan kita lakukan malam hari mulai pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Pagi harinya jalan sudah padat dan bisa dilalui kendaraan kembali. Kami estimasikan proses pengurukan ini memakan waktu empat hingga lima hari kerja,” tambahnya.
Terkait kendala teknis di lapangan, Adip menyebut keberadaan jaringan utilitas seperti pipa PDAM, kabel listrik, dan fiber optik sempat menjadi tantangan dalam pengerjaan saluran. Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat juga menjadi perhatian utama. Untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi proyek, pihak pengembang telah berkoordinasi dan meminta bantuan pengamanan dari Polsek Sukomanunggal.
Pihaknya optimistis seluruh rangkaian pekerjaan, baik saluran maupun peninggian jalan, dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target kontrak.
“Kami optimistis proyek ini selesai sesuai target pada akhir November mendatang,”pungkasnya. (red)
