Skip to main content

Progres Pekerjaan Jalan dan Saluran Tanjungsari Capai 55 Persen, Target Selesai Akhir November


SURABAYAIMediabidik.Com
- Proyek pembangunan saluran air dan peninggian jalan yang ditangani PT Diatasa Jaya Mandiri terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki pengerjaan, realisasi fisik proyek dengan nilai kontrak Rp20 miliar tersebut kini telah mencapai 55 persen.

​Pelaksana Lapangan PT Diatasa Jaya Mandiri, Adip Kurniawan, menjelaskan bahwa total panjang penanganan mencakup dua arah, yakni 700 meter ke arah jembatan dan 600 meter ke arah lampu merah.

​“Saat ini pengerjaan saluran hampir rampung. Untuk sisi kiri arah lampu merah menyisakan sekitar 175 meter, sedangkan sisi kanan tersisa 275 meter. Kami targetkan dalam tiga minggu ke depan pengerjaan saluran ini selesai,”ujar Adip saat ditemui di lokasi proyek.

​Setelah pengerjaan saluran selesai, pihak pelaksana akan melanjutkan ke tahap pengurukan jalan menggunakan material LPA (Lapis Pondasi Agregat A). Pengurukan ini menyasar wilayah STA 400 hingga 700 dengan estimasi peninggian berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, terutama di area mendekati jembatan.

​Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, proses pengurukan dan pemadatan akan dilakukan pada malam hari.

​“Pengurukan kita lakukan malam hari mulai pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Pagi harinya jalan sudah padat dan bisa dilalui kendaraan kembali. Kami estimasikan proses pengurukan ini memakan waktu empat hingga lima hari kerja,” tambahnya.

​Terkait kendala teknis di lapangan, Adip menyebut keberadaan jaringan utilitas seperti pipa PDAM, kabel listrik, dan fiber optik sempat menjadi tantangan dalam pengerjaan saluran. Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat juga menjadi perhatian utama. Untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi proyek, pihak pengembang telah berkoordinasi dan meminta bantuan pengamanan dari Polsek Sukomanunggal.

​Pihaknya optimistis seluruh rangkaian pekerjaan, baik saluran maupun peninggian jalan, dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target kontrak.

​“Kami optimistis proyek ini selesai sesuai target pada akhir November mendatang,”pungkasnya. (red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...