Skip to main content

Progres Proyek JLLB Lampaui Target, Fokus Hubungkan Simpang Sebidang hingga Exit Sememi


SURABAYAIMediabidik.Com
- Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) memastikan pengerjaan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) sisi barat berjalan lancar. Realisasi fisik di lapangan saat ini bahkan tercatat melebihi target perencanaan awal.

​Kepala Bidang Jalan dan Jembatan SDABM Kota Surabaya, Dedi Purwito, menyatakan bahwa tren pengerjaan proyek menunjukkan hasil yang positif.

​“Saat ini progresnya masih positif. Antara target dan realisasi, progres realisasinya masih lebih besar dari target, jadi masih on the track,”ujar Dedi. Kepada media ini, Rabu (23/9/2026). 

​Proyek yang dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears) untuk periode 2026–2027 ini menelan anggaran sekitar Rp227 miliar. Pelaksana proyek dipercayakan kepada kontraktor PT Modern Tiara KSO, dengan target penyelesaian secara keseluruhan pada Juli 2027.

​Dedi memaparkan, ruang lingkup pengerjaan saat ini difokuskan pada penyambungan sejumlah titik vital lalu lintas di Surabaya Barat. "Jalur ini akan menghubungkan simpang sebidang mulai dari akses Tol Romokalisari, flyover Teluk Lamong, kawasan Gelora Bung Tomo (GBT), lalu ditarik ke arah selatan hingga nantinya tersambung ke exit di Jalan Sememi." paparnya. 

​Terkait aksi protes dari warga Sememi beberapa waktu lalu mengenai dampak debu dan kebisingan, Dedi memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik oleh pihak kontraktor. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi proyek sebenarnya sudah dilakukan sejak awal, namun diduga terjadi miskomunikasi di tingkat warga.

​“Sebetulnya koordinasi itu selalu ada di awal, termasuk sosialisasi dan lain-lain. Tapi memang ada beberapa warga yang mungkin merasa belum tersampaikan oleh RT atau RW-nya. Mereka meminta penanganan terkait kebisingan dan debu. Saat ini sudah ada kesepakatan dan sudah dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana,”pungkasnya.

​Penyelesaian JLLB diharapkan mampu memecah beban kemacetan di kawasan Surabaya Barat, sekaligus memperlancar akses ekonomi dan mobilitas warga menuju titik-titik strategis di sekitarnya.(red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...