SURABAYAIMediabidik.Com - Proyek pengerjaan drainase sepanjang lebih dari 1.000 meter di Jalan Raya Pakal Surabaya mengalami deviasi negatif atau keterlambatan sebesar 2,7 persen dari target yang direncanakan. Lambatnya pasokan material box culvert dari penyedia menjadi faktor utama penghambat pekerjaan di lapangan.
Manajer Proyek PT Media Teknika KSO, Iwan Tri Eristanto, mengungkapkan bahwa realisasi pengerjaan saat ini baru mencapai 12,5 persen. Angka tersebut masih di bawah target rencana yang seharusnya menyentuh 15,3 persen.
"Per minggu ini kita minus 2,7 persen dari schedule. Target rencana 15,3 persen, namun realisasinya baru 12,5 persen dari total keseluruhan pengerjaan," ujar Iwan kepada BIDIK, Rabu (9/9/2026)
Iwan menjelaskan, lambatnya pengadaan box culvert dari penyedia pemenang kontrak payung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sangat mempengaruhi ritme pengerjaan. Menurutnya, kapasitas dan kecepatan produksi pabrikan saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan pengerjaan di lapangan.
Ia menambahkan, material fabrikasi beton seperti box culvert membutuhkan proses pematangan (curing) sebelum siap kirim dan pasang.
"Barang pabrikan itu butuh umur agar kuat tekannya memenuhi syarat. Minimal dengan standar mutu FC35, butuh waktu 14 hari baru bisa dikirim dan dipasang. Pabrikan seharusnya punya stok lebih di plant agar saat dibutuhkan bisa langsung dikirim," terangnya.
Keterlambatan pasokan material utama ini berdampak langsung pada tahapan pekerjaan pendukung lainnya.
"Pekerjaan box culvert ini merupakan pengerjaan mayor (utama). Jika box culvert belum terpasang, pengerjaan di sisi kiri dan kanan seperti median jalan maupun pedestrian otomatis belum bisa dilaksanakan. Semuanya harus berjalan simultan," tegas Iwan.
Selain masalah material, tim di lapangan juga menghadapi kendala teknis minor seperti koordinasi utilitas dengan PLN serta penyesuaian akses jembatan di area pabrik warga setempat.
Atas keterlambatan pasokan ini, pihak kontraktor mengaku telah menyampaikan keluhan resmi secara berulang dalam rapat monitoring dan evaluasi mingguan bersama tim teknis.
Iwan berharap Pemkot Surabaya dapat mengambil langkah tegas terhadap penyedia material yang dinilai kurang mumpuni guna mengejar ketertinggalan progres.
"Harapan kami Pemkot bisa mengambil langkah tegas terhadap keterlambatan penyedia ini. Jika tidak memenuhi syarat, mungkin bisa diganti atau ditambah penyedia lain, seperti pada kontrak tahun-tahun sebelumnya di mana rekanan bisa memilih beberapa supplier," pungkasnya.(red)
Teks foto : Kondisi terkini proyek saluran di jalan raya Pakal Surabaya.
